Penjualan Truk Besar Menurun 20 Persen, Hino Penguasa Pasar Kendaraan Niaga Juga Kena Imbas

Volume penjualan kendaraan niaga khususnya truk besar dan sedang di hingga September 2019 mengalami penurunan hingga 20 persen dibandingkan periode

Penulis: rival al manaf | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/MAMDUKH ADI P
Seorang model berpose di depan kendaraan produk Hino 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Volume penjualan kendaraan niaga khususnya truk besar dan sedang di hingga September 2019 mengalami penurunan hingga 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Hal itu diakui Direktur Promosi dan Penjualan PT Hino Motor Sales Indonesia (HMSI) Santiko Wardoyo.

Hino yang menguasai pasar truk nasional sebesar 62 persen tersebut juga mengalami hal yang sama.

"Penurunan kami hampir sama dengan penurunan pasar kendaraan niaga pada umumnya, sebesar 20 persen pada tahun ini," Santiko saat dijumpai dalam Hino Safety Driving Competition di PRPP Semarang, Kamis (24/10/2019).

Pada tahun lalu ia membeberkan secara nasional pihaknya mampu menjual sekitar 40 ribu truk.

SMA Negeri 2 Kendal Nyanyikan 34 Lagu Dolanan Tradisional di Acara Ulang Tahun Sekolah

Wujud Syukur Melimpahnya Hasil Laut, Masyarakat Pesisir Kota Pekalongan Gelar Prosesi Sadranan

Hakim Vonis Mati Pembunuh 1 Keluarga di Purworejo, Kapolres Pimpin Pengamanan

Hari Pertama Operasi Zebra Candi 2019 di Purworejo, 26 Polisi Ini Malah Tak Lengkapi Surat-surat

Penurunan ini menurutnya lebih disebabkan oleh faktor kondisi politik Indonesia di semester pertama 2019.

"Semester pertama lalu Indonesia ada hajatan pemilihan presiden, pengusaha pasti wait and see, menunggu siapa yang akan jadi sebelum mengucurkan modalnya.

Padahal segmen kendaraan niaga apalagi truk adalah para pengusaha," bebernya.

Hal itu ia analisa dari jumlah penurunan yang menurutnya lebih tajam di semester pertama.

Sementara di pertengahan semester kedua ia menyebut grafik penjualan sudah semakin membaik.

"Dampak resesi global menurut saya belum ada pengaruhnya meski saat ini kinerja ekspor impur disebut juga sedang menurun.

Kalau kami tanya ahli ekonomi menyebut dampaknya kemungkinan akan baru terasa tahun depan, tapi semoga saja tidak lah, jangan sampai," harap Santiko.

Sementara itu General Manajer Perencanaan dan Strategi HMSI Wibowo Santoso menambahkan jika nantinya imbas resesi global mulai terasa di penjualan truk menurutnya penurunan permintaan akan datang dari perusahaan besar.

"Oleh karena itu saat ini kami fokus di beberapa segmen mereka industri besar dan pengusaha kecil atau ritel yang membeli satu atau dua truk," imbuhnya.

Sebelumnya BPS Jateng mengungkap data penurunan kinerja ekspor dan impor.

Dari data mereka keduanya mengalami penurunan dari bulan Juli ke Agustus.

Bahkan, mereka mendapati komoditas impor yang menurun berasal dari golongan barang modal seperti kapas, dan mesin-mesin.

"Ekspor Juli - Agustus menurun dari 960,41 juta dolar AS ke 756,15 juta dolar AS," terang kepala BPS Jateng, Sentot Bangun Widoyono beberapa waktu lalu.

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved