Breaking News:

Tolak Kursi Menteri, Adian Napitupulu Minta Ampun 1.000 Kali Melihat Reaksi Jokowi Menatap Tajam

Politikus PDIP Adian Napitupulu mengaku menolak kursi menteri yang ditawarkan presiden Jokowi. Adian mengaku menolak dan meminta ampun.

KOLASE TRIBUN JATENG
Tolak Kursi Menteri, Adian Napitupulu Minta Ampun 1.000 Kali Melihat Reaksi Jokowi Menatap Tajam 

"Sampai begini-beginilah pokoknya," ujar Adian Napitupulu menunjukkan gestur meminta maaf.

Adian menegaskan bahwa ia sadar diri dan merasa tidak nyaman di kementerian.

"Ampun Pak Presiden', saya minta ampun 1.000 kali. Saya bilang saya sadar diri, saya tahu kemampuan saya, saya tahu diri saya seperti apa," imbuh Adian Napitupulu.

Najwa Shihab lantas menyoroti kata sadar diri, yang ia sebut sebagai kata kunci.

"Sadar diri, itu kata kunci, yang sekarang masuk di kabinet Jokowi, yang jelas saya mau mengutip ketua timses Jokowi, Erick Thohir yang mengatakan 'Harus yang berkeringat yang jadi menteri Jokowi," ujar Najwa.

"Komposisi kabinet ini mencerminkan keringat orang-orang yang bekerja kemarin tidak?" tanya Najwa.

Adian Napitupulu lantas mengatakan seharusnya kata berkeringat itu dijabarkan lebih lanjut.

"Nah ini juga ini, ini juga persoalan, artinya keringatannya di mana?. Karena di ruang AC juga bisa keringetan, yang di lapangan juga keringatan. Artinya bahwa keringat itu harus kita bedah lebih jauh lagi.Keringatnya di mana, kapan, dan sebagainya, berapa banyak, bagaimana mengukurnya?" beber Adian.

"Apakah cuma 10 bulan saat pilpres berjalan, atau dari 2012 dari Jokowi pindah dari Solo, 2014, 2019, atau cuma 10 bulan ukuran keringat ini? jadi sepertinya Erick Thohir menjelaskan ukuran keringat," imbuh Adian Napitupulu.

Menurutnya, Erick Thohir harus menjelaskan lebih detail mengenai ukuran keringat itu.

Halaman
1234
Penulis: Wahyu Ardianti Woro Seto
Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved