Ganjar Pranowo Serahkan Sertifikat Pengakuan Sintren Kabupaten Pekalongan Sebagai WBTb

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyerahkan sertifikat pengakuan sintren Kabupaten Pekalongan, sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb)

Ganjar Pranowo Serahkan Sertifikat Pengakuan Sintren Kabupaten Pekalongan Sebagai WBTb
ISTIMEWA
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menerima sertifikat pengakuan sintren Kabupaten Pekalongan, sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia, untuk kategori atau domain seni pertunjukkan dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyerahkan sertifikat pengakuan sintren Kabupaten Pekalongan, sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia, untuk kategori atau domain seni pertunjukkan.

Ganjar memberikan apresiasi terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan karena telah menjaga potensi secara baik, serta melestarikan kesenian-kesenian tradisional warisan leluhur.

Sehingga tetap dapat dinikmati sampai sekarang ini.

"Pengakuan kesenian sintren Kabupaten Pekalongan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia, menunjukkan pelestarian kesenian dan kebudayaan di Jawa Tengah berlangsung secara baik, serta difasilitasi oleh pemerintah setempat," kata Gubernur Jawa Tengah kepada Tribunjateng.com usai penyerahan sertifikat yang dilakukan Gubernur pada kesempatan kegiatan Jambore Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) ke II tingkat Provinsi Jawa Tengah, di Bumi Perkemahan Linggo Asri, Jumat, (25/10/2019).

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menyebut, bahwa pengakuan sintren Kabupaten Pekalongan, sebelumnya telah dilakukan di Istora Senayan Gelora Bung Karno, (8/10/2019) lalu, pada kesempatan acara Apresiasi Penetapan Warisan Budaya Indonesia tahun 2019.

"Sedangkan sertifikat yang diberikan Bapak Gubernur sekarang ini adalah bentuk apresiasi dari Pemerintah Provinsi, dan Bapak Gubernur juga berkesan terhadap keberadaan pelestarian kesenian di Kabupaten Pekalongan," katanya.

Pengakuan sintren Kabupaten Pekalongan tersebut, sejalan dengan Pasal 19 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017, tentang Pemajuan Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya.

Asip mengungkapkan Warisan Budaya Takbenda Indonesia yang telah ditetapkan sejak tahun 2013-2019 dengan total keseluruhan sebanyak 1.086 karya budaya.

"Saya berterima kasih sekali kepada seluruh pihak yang sudah sama-sama mengangkat kesenian sintren ini, menjadi warisan budaya nonbendawi dan diakui secara nasional oleh Kemendikbud, sebagai kesenian khas yang bertumpu pada latar belakang kehidupan masyarakat Kabupaten Pekalongan," tambahnya.

Sementara itu sintren sendiri menurut budayawan asal Kabupaten Pekalongan, Agus Sulistiyo, merupakan kesenian asli dari Kabupaten Pekalongan.

Menurutnya dalam kesejarahannya, ada data-data yang sedikit banyak berkaitan, antara cerita tutur masyarakat dengan tokoh-tokoh yang tersebut dalam sintren, antara lain tokoh Sulasih dan Sulamjono.

"Di mana Sulamjono dalam data sejarah disebut sebagai Penguasa Pekalongan di tahun 1632. Ini yang menjadikan dasar paling logis yang menyatakan bahwa sintren asli dari Kabupaten Pekalongan," jelasnya. (Dro)

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved