Ini Alasan Bupati Tegal Minta Ada Pengumuman Sebelum Pemadaman Listrik

Bupati Tegal Umi Azizah menyebut agar pemadaman listrik tidak terjadi lagi di wilayah Kabupaten Tegal.

Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG/AKHTUR GUMILANG
Bupati Tegal Umi Azizah saat meninjau ke Desa Sigedong Kecamatan Bumijawa beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Bupati Tegal Umi Azizah menyebut agar pemadaman listrik tidak terjadi lagi di wilayah Kabupaten Tegal.

Sebab, hal itu bisa mengganggu kelancaran aktifitas usaha rumahan atau home industry yang mengandalkan aliran listrik dari PLN.

Umi menuturkan, usaha rumahan banyak berada di wilayah Kecamatan Adiwerna, Dukuhturi, dan Talang.

Mayoritas, penduduk di wilayah tersebut mengandalkan energi dari PLN untuk proses produksi logam, tahu, tempe, batik, dan lainnya.

"Kalau mau ada pemadaman, kami minta PLN memberikan pengumuman kepada masyarakat. Sehingga masyarakat tidak selalu protes. Karena masyarakat protesnya ke bupati, bukan ke PLN," kata Umi Azizah kepada Tribunjateng.com, Jumat (25/10/2019) dengan nada bercanda.

Selain itu, Umi juga meminta dukungan dari PLN untuk memastikan pasokan energi listrik guna mensupport rencana Pemkab Tegal.

Rencana itu, katanya, berupa pengembangan kawasan industri, khusus di wilayah selatan.

Dalam waktu dekat, beberapa investor dari luar maupun dalam negeri akan mendirikan pabrik di wilayah Kabupaten Tegal.

"PLN harus bisa memastikan kecukupan aliran listriknya. Sehingga kawasan industri bisa berjalan lancar," ucapnya.

Bupati mengaku tidak ingin rencana itu gagal hanya karena aliran listrik tidak bisa terpenuhi.

Jika itu gagal, tentu angka pengangguran di Kabupaten Tegal bakal meningkat.

Bupati menyebut, tahun ini Pemkab Tegal sedang berupaya menurunkan angka kemiskinan sebanyak 4,8 persen.

"Semoga PLN bisa bekerja maksimal. Kita harus sinergi demi menurunkan angka pengangguran di sini dengan menyambut beragam investasi dari luar maupun dalam negeri," pungkasnya. (Tribunjateng/gum).

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved