Naikkan Intensif Guru Ngaji di Jateng, Perlukah? Berikut Pandangan Sarif Abdillah
Pemprov Jawa Tengah menyediakan anggaran sekitar Rp 330 miliar untuk guru mengaji.
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemprov Jawa Tengah menyediakan anggaran sekitar Rp 330 miliar untuk guru mengaji.
Untuk tahap awal, yakni insentif selama tiga bulan, Januari- Maret 2019 telah dicairkan dengan total Rp 51,3 miliar.
Meskipun demikian, Fraksi PKB DPRD Provinsi Jawa Tengah akan terus meminta pemerintah meningkatkan insentif guru 'ngaji'.
"Guru ngaji merupakan garda terdepan pembangunan karakter anak indonesia."
"Karena itu, harus ada apresiasi berbentuk insentif," kata Ketua Fraksi PKB DPRD Jateng, Sarif Abdillah, Minggu (27/10/2019).
Menurutnya, dari guru mengaji itu karakter generasi penerus bangsa dapat memahami dan mengerti nilai tentang sesuatu yang baik dan jahat secara utuh dan menyeluruh.
Dari Juni 2019, terdapat 171.131 guru mengaji yang sudah terdata di Pemprov Jawa Tengah.
Dengan jumlahnya yang tidak sedikit itu, para pendidik itu merupakan potensi besar untuk mencetak generasi bangsa yang berkualitas.
Sekaligus menjadi benteng kekuatan NKRI dari berbagai ancaman yang berpotensi memecah belah persatuan Indonesia.
Sarif menjelaskan, langkah awal yang akan ditempuh fraksinya yakni menugaskan anggota dewan dari PKB untuk membangun komunikasi dengan eksekutif secara intensif soal insentif guru mengaji tersebut.
"Selanjutnya, bisa dilakukan merumuskan mekanisme lebih lanjut dan mengawalnya secara serius," tegas legislator asal daerah pemilihan Jateng XI (Banyumas dan Cilacap) itu.
Kenaikan insentif itu juga telah disampaikan Fraksi PKB DPRD Jateng dalam pandangan umum RAPBD 2020. (Mamduh Adi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/bantuan-guru-ngaji-kabupaten-pekalongan.jpg)