Relawan Sarda Jateng Masih Berjibaku Padamkan Api di Gunung Ungaran

Kebakaran lahan di lereng Gunung Ungaran wilayah Kabupaten Kendal saat ini meluas.

Relawan Sarda Jateng Masih Berjibaku Padamkan Api di Gunung Ungaran
ISTIMEWA
Lereng Gunung Ungaran terbakar pada Senin (28/10/2019) pagi. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Kebakaran lahan di lereng Gunung Ungaran wilayah Kabupaten Kendal saat ini meluas.

Kebakaran yang belum diketahui penyebabnya itu sudah menghanguskan puncak utama Gunung Ungaran dan lereng di sekitar puncak tersebut.

Diperkirakan lahan yang terbakar yakni seluas 50 hektar.

Kebakaran ini pun juga membuat jalur pendakian Gunung Ungaran baik dari pos 1 Mawar (Kabupaten Semarang) maupun pos 1 Promosan (Kabupaten Kendal) sementara ditutup.

Relawan dari Sarda Jateng, Mustnoer mengatakan para relawan memadamkan api hanya mengandalkan alat manual saja.

Hal itu dikarenakan medan yang terbakar sangat curam dan terjal sehingga kendaraan pemadam tidak dapat melakukan pemadaman.

"Kami lakukan pemadaman di wilayah yang dapat kami jangkau, Sedangkan yang berada di lereng yang terjal kami tidak dapat kami jangkau kami biarkan, karena kondisinya tidak memungkinkan karena cukup membahayakan relawan," tuturnya, Selasa (29/10/2019).

Pemkab Kendal Salurkan Bantuan RTLH, 135 Rumah Baru Juga Dibangun Melalui APBN

Pemkab Kendal Dapat Jatah 285 Formasi, 11 November Pendaftaran CPNS 2019 Dimulai Serentak

Cara Disdikbud Kendal Cegah Tawuran Pelajar, Bagian Penanganan Khusus Melalui Program Kemitraan

Ia menambahkan api muncul pertama kali bukan dari jalur pendakian.

Saat terbakar di puncak Gunung Ungaran tidak ada pendaki yang masih berkemah.

Menurutnya saat ini api juga masih cukup jauh dari pemukiman warga.

"Sudah banyak relawan yang terlibat, ada dari Sarda Jateng, Masyarakat, BPBD Kendal, relawan pencinta alam, TNI dan komponen lainnya. Sekitar ada 30 relawan yang ikut memadamkan," ujarnya

Ia mengatakan kondisi terakhir yakni sekitar pukul 15.00 api yang masih membakar lereng Gunung Ungaran.

Namun pihaknya telah mengisolasi api yang membakar dengan memotong jalur api sehingga api tidak dapat merambat ke wilayah lain dan tidak semakin meluas.

"Kami berharap agar segera turun hujan, karena titik api sudah banyak yang muncul, saat ini kondisi sedang grimis ringan" tambahnya. (Dhian Adi Putranto)

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved