SA Siswi SMP di Magelang Diperkosa Kenalannya di Facebook yang Masih Pelajar SMK

Seorang pelajar SMP di Magelang, Jawa Tengah dirudapaksa pemuda asal Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo.

Editor: galih permadi
ISTIMEWA
Seorang pelajar SMP di Magelang, Jawa Tengah dirudapaksa pemuda asal Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo. 

TRIBUNJATENG.COM, KULON PROGO - Hati-hati jika berkenalan dengan orang melalui media sosial.

Seorang pelajar SMP di Magelang, Jawa Tengah dirudapaksa pemuda asal Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo.

Padahal, keduanya baru pertamakali bertemu setelah saling kenal di media sosial.

Korban adalah SA (14) yang masih duduk di bangku kelas 3 SMP sedangkan pelaku adalah RAS (20) yang juga masih berstatus pelajar SMK.

Tindakan bejat itu terjadi pada Kamis (17/10/2019) ketika keduanya untuk pertama kali bertemu dan janjian jalan-jalan ke Candi Ngawen di Muntilan, Kabupaten Magelang.

Setelah berwisata, RAS mengajak gadis itu ke rumahnya dan memaksanya untuk berhubungan intim layaknya suami istri.

Atas ajakan itu, SA tentu saja menolaknya namun RAS tetap memaksakan nafsunya.

Pemuda itu bahkan mengancam akan membunuh SA jika tak menuruti keinginannya.

Sempat terjadi aksi saling pukul dan cekik di antara keduanya sebelum akhirnya SA terpaksa pasrah karena tak berdaya dengan kekuatan fisik lawannya itu.

"Kondisi rumah pelaku saat itu sedang kosong karena orangtuanya sedang keluar. Korban tidak bisa membela diri lagi dan akhirnya melayani nafsu pelaku di bawah paksaan dan ancaman,"kata Kasubag Humas Polres Kulon Progo, AKP Sujarwo, Selasa (29/10/2019).

Tiga hari setelah kejadian itu, korban mengadu pada orangtuanya lalu mereka melapor ke petugas Polsek Kalibawang.

Petugas menindaklanjutinya dengan menangkap pelaku di rumahnya.

Polisi juga menyita barang bukti berupa sejumlah pakaian yang digunakan pelaku ketika memaksa korban berhubungan badan.

"Pelaku dijerat dengan Pasal 81 UU Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 201 tentang Perlindungan Anak. Ia terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara dan atau denda maksimal Rp 5 miliar," kata Sujarwo.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved