Breaking News:

Sering Terjadi Kecelakaan, Warga Adisana Brebes Tuntut Pembongkaran Underpass Lama

Warga Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu, Brebes, menuntut bangunan underpass lama di desa tersebut agar dibongkar

Penulis: m zaenal arifin | Editor: muslimah
Istimewa
Petugas PT KAI bersama pemerintah desa dan Dishub Brebes mengecek lokasi bangunan underpass lama di Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu, Brebes, kemarin. 

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Warga Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu, Brebes, menuntut bangunan underpass lama di desa tersebut agar dibongkar.

Alasannya, bangunan underpass lama dianggap menjadi penyebab banyaknya kecelakaan yang terjadi.

Tuntutan tersebut disampaikan warga dalam pertemuan yang dilakukan bersama dengan pemerintah Desa Adisana dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) di balai desa, Senin (28/10/2019) kemarin.

Seorang warga, Khoirul Faisal mengatakan, underpass lama harus dibongkar karena sangat berbahaya bagi pengguna jalan.

Banyak kendaraan yang mengalami kecelakaan saat melintasi bangunan underpass lama tersebut.

"Kendaraan yang melintas di underpass lama sering mengalami kecelakaan. Penyebabnya, underpass lama itu sempit," katanya, Selasa (29/10/2019).

Khoirul menuturkan, lokasi underpass lama berjejer dengan underpass baru. Underpass baru dibangun karena di atasnya untuk jalur double track kereta api dan pembangunanya bersama-sama dengan pembangunan jembatan Sakalibel baru. Sementara jalur kereta api lama yang berada di sampingnya sudah tidak digunakan lagi.

"Di atas underpass lama itu juga ada jalur kereta api tapi sudah tidak digunakan. Kenapa tidak dibongkar sejak awal sekalian sehingga tidak digunakan warga. Kalau tidak digunakan, kan tidak banyak kecelakaan," sesalnya.

Sementara itu, perwakilan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Brebes, Reza Krisna mengatakan, pihaknya mendukung dilakukan pembongkaran underpass lama. Alasannya, karena lebar underpass tidak sesuai standar sehingga mengakibatkan kecelakaan.

"Pada prinsipnya, semangat Dishub sama dengan warga yakni bagaimana caranya underpass tersebut sesuai dengan standar yang muaranya pada keselamatan pengguna jalan warga desa Adisana. Kalau memang perlu surat dorongan, kita akan sampaikan surat tersebut yang menyatakan bahwa ini benar-benar kebutuhan masyarakat," kata Reza.

Menanggapi tuntutan warga, perwakilan PT KAI, Yofi Okat Riza mengatakan, akan menampung aspirasi. Hanya saja, pihaknya akan mengusulkan terlebih dahulu ke pimpinan pusat.

"Untuk pembongkaran underpass Adisana belum ada anggaran di tahun 2019. Kami usulkan pembongkaran di tahun 2020, jadi paling cepat pelaksanaanya di tahun 2020," kata Yofi. (Nal)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved