Siapkan SPLU Kendaraan Listrik, BSN Tetapkan 432 SNI di Industri Ketenagakelistrikan

Badan Standardisasi Nasional (BSN) hingga kini telah menetapkan 432 Standar Nasional Indonesia (SNI) terkait dengan ketenagalistrikan

KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Sripeni Inten Cahyani, Plt. Direktur Utama PLN meninjau dan mencoba Motor listrik Gesit dalam Pameran Kendaraan Listrik Masa Depan di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (31/8/2019). Kegiatan tersebut mengangkat tema Menuju Indonesia Bersih Udara dan Hemat Energi dengan Kendaraan Listrik. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Badan Standardisasi Nasional (BSN) hingga kini telah menetapkan 432 Standar Nasional Indonesia (SNI) terkait dengan ketenagalistrikan, termasuk mendukung percepatan kendaraan listrik.

Hal itu disampaikan Plt Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Kerja Sama, dan Layanan Informasi BSN, Iryana Margahayu.

Dengan telah ditetapkannya SNI bidang ketenagalistrikan itu, konsumen diharapkan dapat semakin terlindungi, dan daya saing produk ketenagalistrikan Indonesia semakin meningkat.

“Penetapan SNI ketenagalistrikan ini bertujuan memberikan keselamatan dan perlindungan kepada masyarakat, serta meningkatkan dan menambah keunggulan kompetitif produk kelistrikan dalam persaingan perdagangan global, keandalan, dan mutu penyaluran energi listrik, sekaligus tercapainya keselamatan ketenagalistrikan,” katanya, dalam siaran pers yang diterima Tribun Jateng, Senin (28/10).

Adapun, standarisasi itu di antaranya untuk piranti listrik rumah tangga, seperti setrika listrik, mesin cuci, tusuk kontak dan kotak-kontak untuk keperluan rumah tangga, tusuk kontak bersekering, dan lain-lain. Sementara SNI di bidang ketenagalistrikan yang telah diwajibkan berjumlah 14 SNI.

Untuk mendukung terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) No. 55/2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan pada Agustus lalu, BSN juga telah menetapkan 21 SNI terkait dengan kendaraan listrik demi mendukung pengembangan kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.

Sukarela

Saat ini, Iryana menyatakan, penerapan ke-21 SNI tersebut bersifat sukarela. "Saya meyakini perusahaan atau industri yang sadar akan pentingnya penerapan SNI akan semakin meningkat, dan dapat menjadi role model bagi industri lain," tuturnya.

Beberapa perusahaan atau industri telah berkomitmen dalam penerapan SNI. Satu perusahaan yang sangat mendukung penerapan SNI itu adalah PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero.

Manager PLN Semarang, Donny Adriansyah menuturkan, pihaknya mendukung penuh penerapan standardisasi produk dan sertifikasi SNI pada industri ketenagalistrikan. Selain itu, pihaknya juga berkomitmen dapat menyediakan listrik yang mudah, murah, dan berkualitas untuk pelanggan.

Menurut dia, PLN secara aktif terus mengampanyekan upaya strategis dalam mewujudkan green ecosystem. Antara lain secara aktif mempromosikan penggunaan kompor induksi, serta motor listrik untuk menekan emisi karbon.

"Kami juga telah membangun Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) yang diinstall di beberapa tempat, sebagai infrastruktur sarana untuk charging motor dan mobil listrik, serta alat-alat listrik lain di tempat umum dengan akses mudah,” paparnya.

Sebagaimana diketahui, jumlah SPLU di Jateng dan DIY tercatat sebanyak 213 unit, sedangkan khusus di wilayah kerja PLN Semarang, SPLU tersebar di 14 titik. Rencananya, SPLU akan ditempatkan di taman-taman kota.

“Kebutuhan charging untuk kendaraan listrik akan kami siapkan. Semoga masyarakat sadar akan energi ramah lingkungan, dan menyemarakkan penggunaan kendaraan listrik yang aman, efisien, dan murah,” tandasnya. (dta)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved