40 Persen Perusahaan Bayar Upah Tidak Sesuai UMK, KSPSI Kota Tegal: Regulasi Masih Lemah

Dewan Pengupahan Kota Tegal memutuskan upah minimum (UMK) di Kota Tegal pada 2020 sebesar Rp 1.925.000.

40 Persen Perusahaan Bayar Upah Tidak Sesuai UMK, KSPSI Kota Tegal: Regulasi Masih Lemah
TRIBUN JATENG/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Sekretaris Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kota Tegal, Fajar Santoso. 

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Dewan Pengupahan Kota Tegal memutuskan upah minimum (UMK) di Kota Tegal pada 2020 sebesar Rp 1.925.000.

Angka tersebut disepakati dalam sidang pleno bersama Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kota Tegal, di Grand Dian Hotel Guci, Rabu (30/10/2019).

Selanjutnya, besaran UMK Kota Tegal tersebut akan diusulkan kepada Pemprov Jawa Tengah.

Menanggapi itu, Sekretaris Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kota Tegal, Fajar Santoso mengatakan, angka tersebut tidak menjadi persoalan.

Menurutnya, yang terpenting UMK tersebut nantinya betul- betul bisa direalisasikan.

Fajar mengatakan, selama ini perusahaan di Kota Tegal yang tidak merealisasikan upah UMK ada sekitar 30 hingga 40 persen.

"Perusahaan yang tidak sesuai UMK masih di bawah 50 persen. Kami tahu dari hasil kunjungan langsung," katanya.

Menurut Fajar, tiap tahun selalu ada pembahasan dan kenaikan UMK.

Namun di lapangan, masih banyak para pekerja yang upahnya tidak sesuai UMK.

Terutama perusahaan- perusahaan berskala daerah.

Halaman
12
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved