Kabupaten Pekalongan Masuk Nominator Daerah Ketepatan Alokasi Outcome Kesejahteraan

Kabupaten Pekalongan terpilih sebagai kandidat daerah terbaik untuk kategori Ketepatan Alokasi Outcome Kesejahteraan Kelompok dua dalam Indeks KELOLA

Kabupaten Pekalongan Masuk Nominator Daerah Ketepatan Alokasi Outcome Kesejahteraan
IST
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi di kantor Kata Data Indonesia di Komplek Senayan Jakarta (25/10/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Kabupaten Pekalongan terpilih sebagai kandidat daerah terbaik untuk kategori Ketepatan Alokasi Outcome Kesejahteraan Kelompok dua dalam Indeks KELOLA (Kinerja dan Efektivitas Pengelolaan APBD) versi Kata Data Indonesia.

Indeks kelola disusun oleh tim riset dan analis KIC bersama para ahli ekonomi independen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada.

Indeks kelola mengukur efektivitas penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) oleh pemerintah daerah (Pemda).

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menyampaikan bahwa indeks Kelola ini akan menjadi dasar untuk pemberian penghargaan kepada 6 pemerintah daerah (Pemda) terpilih yang paling efektif, dalam mengelola anggaran sesuai kebutuhan pembangunan di daerah masing-masing.

"Kita sebagai salah satu nominator tersebut, karena ada beberapa hal yang menunjukkan efektifitas penggunaan anggaran dan kemaslahatan bagi masyarakat," kata Bupati Asip di kantor Kata Data Indonesia di Komplek Senayan Jakarta (25/10/2019).

3 Anggotanya Naik Pangkat, Ini Pesan AKBP Indra Kurniawan Mangunsong

Menurutnya hal tersebut tak lepas dari inovasi pembangunan yang termahtub pada 12 mandat rakyat yang telah dilaksanakan seperti pemberian Kartu Kajen Sehat dan Kajen Cerdas.

Kemudian, pemberiran subsidi biaya pendidikan di perguruan tinggi, meningkatkan kualitas dan kuantitas, percepatan infrastruktur, pemberian insentif bagi tenaga kesehatan di daerah atas WB, guru madrasah, takmir masjid, serta ustadz.

Program lain adalah meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil produksi pertanian, mendorong pertumbuhan UMKM, mendorong pertumbuhan budidaya air tawar dan meningkatkan kesejahteraan nelayan, menanam kembali 1 juta pohon untuk kelestarian lingkungan, melestarikan seni dan budaya, mewujudkan birokrasi yang melayani, disiplin dan bersih.

"Dan kita juga melakukan inovasi, membangun tanggul melintang di Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto yang mampu mengentaskan dari dampak rob dan diikuti mendapat bantuan pembangunan tanggul melintang pencegah rob dari pemerintah pusat hingga 500 milyar lebih," ungkapnya.

Menurut Bupati Asip, ini tak lepas karena kemampuan kita melaksanakan trilogi pembangunan berupa pendidikan dengan pengembangan sumberdaya manusianya, pembangunan infratruktur secara kesinambung dan penyalanan birokrasi yang baik.

Halaman
12
Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved