Kementerian PUPR Serahkan Bantuan Perumahan Swadaya di Kabupaten Pekalongan

Sebanyak 100 warga berpenghasilan rendah di Kabupaten Pekalongan, mendapatkan bantuan pembangunan rumah dari Kementerian PUPR

Kementerian PUPR Serahkan Bantuan Perumahan Swadaya di Kabupaten Pekalongan
TRIBUN JATENG/INDRA DWI PURNOMO
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi meletakkan batu pertama di rumah bantuan kementrian PUPR 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Sebanyak 100 warga berpenghasilan rendah di Kabupaten Pekalongan, mendapatkan bantuan pembangunan rumah dari Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR).

Bantuan tersebut berupa pembangunan rumah layak huni.

Program Pembangunan Rumah Swadaya diresmikan oleh Bupati Pekalongan dan Kasubdit Fasilitasi Pendataan Rumah Swadaya Kementrian PUPR dengan menyerahkan, bantuan dan peletakan batu pertama pembangunan baru rumah swadaya di Desa Kranji Gg.4, Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (30/10/2019).

Rubiyo selaku Kasubdit Fasilitasi Pendataan Rumah Swadaya Kementrian PUPR mengatakan, bahwa untuk mendapatkan bantuan adalah sesuai data rumah tidak layak huni (RTLH) dari Pemda setempat.

"Dasarnya data tidak layak huni itu kita masukan, pimpinan dalam memberikan alokasi pertama memperhatikan data RLTH di Kabupaten/Kota terus data kekurangan rumah."

"Kemudian komitmen pemerintah daerah seperti apa, kalau di kabupaten pekalongan ini bupatinya gencar," kata Rubiyo kepada Tribunjateng.com.

Selain itu pihaknya juga memperhatikan tingkat kemiskinan dan pelaksanaan program pada tahun sebelumnya.

"Kita juga lihat pelaksanaan pada tahun sebelumnya, kalau tahun sebelumnya terjadi masalah kita kurangi jumlahnya agar ada pembenahan-pembenahan," jelasnya.

Rubiyo menyebutkan program yang dimaksudkan untuk membantu orang yang tidak beruntung atau masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) ini harus tepat sasaran, tepat kualitas, tepat mekanisme atau pelaksanaan.

"Jangan sampai ada permasalahan dan jangan sampai ada yang bermain-main dalam program ini. Sehingga program ini bisa dirasakan masyarakat yang kurang beruntung."

"Tadi saya juga melihat spesifikasi kualitas bangunan ternyata pakai besi ukuran 10, ring baloknya pakai besi ukuran 6 dan itu bukan besi banci, itu betul besi 10 inci. Karena, saya ingin jangan sampai kena angin atau gempa skala kecil jadi roboh," ujarnya.

Pihaknya berharap dengan pembangunan rumah yang baik, masyarakat bisa membina rumah tangga dengan baik pula atau baitii jannatii (rumahku surgaku).

Sementara itu Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi mengatakan ada sekitar 14 ribu KK yang belum memiliki rumah.

"Indeks dari kementrian PUPR 35 juta untuk 100 orang, berarti sekitar Rp 3,5 miliar. Kita juga akan bantu lain-lain diantaranya dari swadaya masyarakat."

"Jadi akan kita selesaikan 14 ribu KK yang belum memiliki rumah dengan berbagai pola selain dari PUPR ada juga nanti dari CSR, ada program ABANG RUDI yang bekerjasama denganlesbumi dan IPNU, kita juga sedang mengusulkan rumah susun," ungkapnya. (Dro)

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved