Lampor, Hantu Keranda Terbang Asal Temanggung akan Meneror Bioskop Mulai Besok
Lampor tersebut merupakan sosok setan pencabut nyawa yang membawa keranda terbang.
Penulis: raka f pujangga | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Film horor berjudul Lampor yang diangkat dari Temanggung itu akan segera tayang perdana serentak di bioskop pada tanggal 31 Oktober 2019 besok.
Lampor tersebut merupakan sosok setan pencabut nyawa yang membawa keranda terbang.
Teror Lampor pada suatu keluarga itu menimbulkan banyak korban yang anggotanya berakhir dengan kematian, hilang, atau sakit jiwa.
Film tersebut diangkat dari fenomena sosial atau sebuah peristiwa yang telah menjadi urban legend yang dibagikan dari mulut ke mulut.
Pemain Film Lampor, Dion Wiyoko yang berperan sebagai Edwin mengatakan, drama horor tersebut diangkat dari kearifan lokal di Temanggung, Jawa Tengah.
Edwin merupakan laki-laki berdarah Medan yang memiliki istri keturunan asli dari Temanggung bernama Netta yang mendapatkan teror dari makhluk halus tersebut.
"Tidak sulit bagi saya memerankan Edwin, karena tidak harus berakting sebagai orang Jawa dalam film ini," ujar dia, saat konferensi pers, di Hotel Harris, Rabu (30/10/2019).
Menariknya, meski film sutradara Guntur Soeharjanto tersebut merupakan jenis film horor.
Namun juga menyajikan potensi Kabupaten Temanggung sebagai daerah penghasil kopi, tembakau, dan menawarkan tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi.
"Film ini tidak hanya mengenalkan Temanggung kota yang horor, karena kami juga kami angkat sebagai kota penghasil kopi, tembakau dan tempat wisata yang menarik," ujar dia.
Menurutnya, proses syuting di Temanggung yang membutuhkan waktu hingga lebih dari satu bulan itu juga mengambil set tempat di daerah lain misalnya Kabupaten Kendal, Boyolali dan Yogyakarta.
"Saat proses syuting kami ini memang cukup membuat kegaduhan karena hampir 100 orang lebih yang ikut.
Adegan bakar rumah dan teriak di tengah malam juga ikut menyita perhatian," jelas dia.
Kemudian tokoh Netta, diperankan Adinia Wirasti, bercerita tentang kembali ke kampungnya di Temanggung dengan sambutan curiga dan dianggap pembawa musibah.
Tidak seperti orang-orang pada umumnya yang biasanya bahagia saat pulang ke kampung halamannya.
"Harusnya pulang kampung itu senang, tapi tidak buat Netta yang pulang ke rumah justru dicurigai dan mendapatkan teror Lampor," ujar dia
Lokasi syutingnya diambil di lokasi yang cukup tren menjadi tempat makhluk tersebut berada di antara gunung Sumbing dan Sindoro.
Sehingga sebelum memulai syuting pun, pihaknya perlu meminta izin kepada sesepuh desa agar mendapatkan kelancaran saat proses syuting.
Penasaran jalan ceritanya? Sosok hantu yang nmanya kurang populer itu segera tayang di bioskop terdekat. (raf)