Peringati Sumpah Pemuda, Mahasiswa UKSW Gelar Panggung Nasionalisme

Osenimus Dani menyampaikan tak hanya itu saja, pada kesempatan sama juga ada penampilan tarian Cakalele dari etnis Maluku

Peringati Sumpah Pemuda, Mahasiswa UKSW Gelar Panggung Nasionalisme
Istimewa
Sejumlah mahasiswa saat tampil dalam Panggung Nasionalisme Pemuda Milenial' di UKSW Salatiga, Senin (28/10/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Memperingati hari Sumpah Pemuda, Campus Ministry (CM) dan Komunitas Cipta Damai Salatiga menyelenggarakan kegiatan bertajuk 'Panggung Nasionalisme Pemuda Milenial' di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Senin (28/10/2019). 

Panggung nasionalisme pemuda milenial diawali dengan ibadah Sumpah Pemuda, berbarengan dengan ibadah Senin yang rutin diadakan di Balairung UKSW dimeriahkan dengan penampilan orasi dan puisi kritik nasionalisme berjudul “Surat kecil untuk Indonesia”.

Ketua Campus Ministry (CM) UKSW Pdt. Onesimus Dani mengatakan selain dilanturkan lagu-lagu nasional juga ikrar damai pemuda di deklarasikan oleh Leonardo mahasiswa fakultas Teologi.

"Dalam ikrar ini mahasiswa sepakat menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, menghargai nilai-nilai kemanusian, kesetaraan, kebenaran, keadilan, dan kejujuran dalam hidup berbangsa dan bernegara, serta menghargai dan terus mengupayakan semangat perdamaian," terangnya dalam rilis kepada Tribunjateng.com, Rabu (30/10/2019)

Pada kesempatan tersebut juga digelar “Charity Night”, puncak rangkaian penggalangan dana sebagai bentuk solidaritas atas konflik sosial di Wamena dan Nduga, serta bencana alam yang terjadi di Maluku.

Osenimus Dani menyampaikan tak hanya itu saja, pada kesempatan sama juga ada penampilan tarian Cakalele dari etnis Maluku. Suguhan lainnya adalah penampilan tarian Melanesians Noken dari Papua.

"Gelaran peringatan Sumpah Pemuda bersama Komunitas Cipta Damai ini merupakan bagian dari rangkaian “Peace Camp” angkatan ketiga. Peserta Peace Camp juga ikut hadir. Kami sengaja memperingati ini dengan cara panggung seni untuk menggugah mahasiswa supaya  tetap memiliki semangat nasionalisme dan sebagai penggerak perdamaian sehingga bisa berperan aktif ditengah-tengah masyarakat,” ujarnya

Rektor UKSW Neil Semuel Rupidara yang juga ikut menghadiri acara menyampaikan apresiasinya atas peringatan sumpah pemuda dan juga penggalangan dana yang diadakan.

“Acara ini merupakan panggilan hati nurani kita semua kepada warga kampus yang lain,” katanya.

Pada saat yang sama juga dilakukan pelepasan lampion yang menjadi simbol kobaran semangat menjaga persatuan dan mewujudkan mimpi-mimpi menjadi puncak gelaran acara. (ris)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved