Permintaan Bantuan Air Bersih di BPBD Demak Meningkat Sejak Bendungan Kalijajar Jebol

BPBD Kabupaten Demak mendata permohonan bantuan air bersih meningkat dibandingkan sebelumnya.

Permintaan Bantuan Air Bersih di BPBD Demak Meningkat Sejak Bendungan Kalijajar Jebol
IST
BPBD Demak melakukan droping air di Desa Wedung Kecamatan Wedung Kabupaten Demak, Rabu (23/10/2019) 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - BPBD Kabupaten Demak mendata permohonan bantuan air bersih meningkat dibandingkan sebelumnya.

Mengingat kekeringan di musim kemarau dan jebolnya bendungan Kalijajar.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Demak, Imam Fikri mengatakan, peningkatan jumlah permohonan air bersih warga sejak 23 Oktober 2019.

"BPBD melakukan droping air 10 tangki dalam sehari.

Namun sejak 23 Oktober, BPBD melakukan droping air 15 tangki dalam sehari," terangnya, Rabu (30/10/2019).

Ia menjelaskan setelah bendungan karet Kalijajar jebol, PDAM tidak bisa memproduksi lantaran Sungai Dero yang minim air tawar dan tercampur air laut.

4 Bulan Berlalu, Polisi Belum Bisa Ungkap Kasus Tabrak Lari Overpass Manahan Solo

Warga Jepara Siap-siap, Akhir Tahun Pemkab Buka Lowongan 381 Formasi CPNS

Utang BPJS Kesehatan ke RSUD Dr Soewondo Kendal Capai Rp 22 Miliar, Ini Harapan Kepada Menkes Baru

Omset Temanggung Fair 2019 Turun Hingga 1000 Persen, Pemkab Berkilah Acara Lancar dan Tak Hujan

Hal tersebut, lanjutnya, berdampak pada suplai air bersih BPBD yang biasa digunakan untuk droping air.

Sehingga BPBD Demak hanya mengandalkan sumur artetis BPBD Demak.

"BPBD Demak hanya memiliki lima armada (tangki).

Pengisian setiap tangkinya dari sumur artetis membutuhkan waktu satu jam.

Halaman
12
Penulis: Moch Saifudin
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved