Bupati Demak Imbau Petani Contoh Strategi Pemasaran Produk Beras Mlatiharjo Online Kecamatan Gajah

“Saat ini semua serba online. Jadi petani nanti harus bisa memasarkan produknya secara online”, tutur Bupati dalam sebuah rilis.

Bupati Demak Imbau Petani Contoh Strategi Pemasaran Produk Beras Mlatiharjo Online Kecamatan Gajah
istimewa
Bupati Demak di Area Persawahan Desa Trimulyo Kecamatan Guntur, Kamis (31/10/2019) 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Bupati Demak, M Natsir meminta petani lebih kreatif dan inovatis saat akan melakukan penanaman padi perdana Masa Tanam I (MT I) di Desa Trimulyo Kecamatan Guntur, Kamis (31/10/2019).

Menurutnya di era modern, petani harus bisa beradaptasi dengan memanfaatkan teknologi tepat guna.

“Saat ini semua serba online. Jadi petani nanti harus bisa memasarkan produknya secara online”, tutur Bupati dalam sebuah rilis yang dikirimkan Humas Pemkab Demak.

Lanjutnya, hal tersebut dilakukan supaya hasil pertanian menjadi maksimal dan memiliki nilai jual lebih.

Termasuk menggunakan teknologi digital untuk memasarkan hasil pertanian.

Menurut Bupati, kreatifitas petani tersebut telah diaplikasikan beberapa petani yang berada di Kecamatan Gajah.

“Petani di Gajah sudah memasarkan produknya, yakni beras Mlatiharjo via online. Dan ini terbukti mampu meningkatkan nilai jual," terangnya.

Ia pun berharap inovasi ini bisa diikuti oleh petani lain di Kabupaten Demak.

Bupati berterima kasih Pemerintah Pusat sudah mengalokasikan bantuan agar Kabupaten Demak tetap menjadi lumbung padi nasional.

Bupati Demak di Area Persawahan Desa Trimulyo Kecamatan Guntur, Kamis (31/10/2019)
Bupati Demak di Area Persawahan Desa Trimulyo Kecamatan Guntur, Kamis (31/10/2019) (istimewa)

“Terimakasih sampun mengucurkan bantuan di Demak. Sehingga petani Demak lebih sejahtera. Kami berharap Demak tetap bisa menjadi lumbung padi nasional. Mengingat sektor pertanian kami juga sangat luar biasa," jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Wibowo mengatakan, luas baku sawah di Demak seluas 52.315 hektar.

Ia menjelaskan pertaniannya mampu mencukupi kebutuhan pangan di Kabupaten Demak dan surplus, bahkan beras Demak sudah terkenal di daerah-daerah lain sampai ke luar Jawa.

“Sedangkan luas tambah tanam Demak di Tahun 2018 periode Januari-Desember 2018 mencapai 103.355 Ha, dengan produksi sebesar 636.240 ton. Untuk Kecamatan Guntur menyumbang  luas tambah tanam seluas 6.542 Ha dengan produksi sebesar 40.508 ton,” jelas Wibowo.

Update Proyek Tol Semarang-Demak, Pembebasan Lahan Tiga Desa Tergenang Air Tunggu Appraisal

Permintaan Bantuan Air Bersih di BPBD Demak Meningkat Sejak Bendungan Kalijajar Jebol

Menurutnya, pada masa tanam kali ini, petani di Demak menggunakan mekanisasi pertanian seperti mesin tanam jajar legowo (Transplanter), mesin panen (Combine Harvester), traktor roda empat.

“Ini sangat dibutuhkan petani karena kecenderungan tenaga kerja tanam dan panen yang sulit dan mahal," jelasnya.

Sebelumnya, Bupati didampingi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Demak Wibowo, dan Kepala Desa Trimulyo Suwandi meninjau lokasi pompanisasi di Sungai Tuntang yang menjadi sumber air untuk mengairi sawah di Desa Trimulyo dan sekitarnya. (Tribun Jateng/Moch Saifudin)

Penulis: Moch Saifudin
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved