Dampak Kemarau, Warga Banjarnegara Buat Belik di Bekas Aliran Sungai

Sungai Sapi jadi andalan sebagian masyarakat pegunungan Serayu selatan Banjarnegara untuk mencukupi kebutuhan air rumah tangga.

Dampak Kemarau, Warga Banjarnegara Buat Belik di Bekas Aliran Sungai
Tribun Jateng/Khoiruk Muzakki
Warga Desa Merden, Kecamatan Purwanegara, Banjarnegara, Kamis (31/10/2019), ngangsu atau mengambil air di belik Sungai Sapi. 

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Sungai Sapi jadi andalan sebagian masyarakat pegunungan Serayu selatan Banjarnegara untuk mencukupi kebutuhan air rumah tangga.

Sungai Sapi di Desa Merden, Kecamatan Purwanegara, kini selalu ramai saat terik meninggalkan hari.

Bukan pencari ikan atau penambang pasir, melainkan warga yang tengah berburu air.

Dalam beberapa bulan terakhir, debit sungai turun drastis hingga sebagian bebatuan dasar sungai tampak di permukaan.

Di bekas aliran sungai yang tampak pasir dan bebatuan itu, warga membuat sumur-sumur kecil (belik) untuk memunculkan mata air.

Belik adalah mata air di tengah ladang yang dijadikan tempat mengambil air untuk kebutuhan rumah tangga warga sekitar, sebagaimana dikutip dari wikipedia.

Puluhan belik dibuat warga di bekas aliran Sungai Sapi yang kering.

Sumur digali dengan kedalaman sekitar 50 sentimeter hingga 80 sentimeter.

Warga meyakini, lahan bekas aliran sungai itu masih menyimpan cadangan air. Warga menanti tetes demi tetes air terkumpul hingga memenuhi lubang itu.

Lubang-lubang itu perlahan terisi air yang lebih bening ketimbang air sungai yang masih mengalir di sebelahnya.

Halaman
1234
Penulis: khoirul muzaki
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved