Mantri BRI Terima Imbalan Kredit Fiktif Digunakan Untuk Pijat, Rugikan Negara Rp 1,9 Miliar

Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah menetapkan tersangka Mantri PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Kendal, terkait pencairan kredit fiktif Kupedes

Mantri BRI Terima Imbalan Kredit Fiktif Digunakan Untuk Pijat, Rugikan Negara Rp 1,9 Miliar
Tribun Jateng/ Rahdyan Trijoko Pamungkas
Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jateng, I Ketut Sumedana 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah menetapkan tersangka Mantri PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Kendal, terkait pencairan kredit fiktif Kupedes atau Kredit Usaha Pedesaan.

Tersangka bernama Yuna Yanwar.

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jateng, I Ketut Sumedana menuturkan kerdit fiktif tersebut menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 1,9 miliar.

Pihaknya telah memeriksa saksi-saksi sebanyak 52 orang.

"Kemungkinan ada tersangka baru, " tutur dia, Kamis (31/10).

Video Hubungan Intim dengan Pacar Berondongnya Tersebar, Perempuan Ini Dilaporkan Polisi

Otak Perampokan Juragan Beras Sragen Ditangkap di Malang

Tambak Udang di Pantai Selatan Dibongkar, Warga Sandera Backhoe dan Blokir Jalan

Modus yang digunakan, beber I Ketut, tersangka menyerahkan data fiktif.

Nasabah yang mengajukan kredit fiktif tersebut sekitar 50 orang.

"Rata-rata pinjaman sekitar Rp 30 juta hingga Rp 50 juta. Kredit tersebut macet semua,"jelasnya.

Menurut dia, mantri tersebut mengambil kembali persyaratan kredit dari nasabah yang lama.

Persyaratan dari nasabah diperbaiki kembali.

Halaman
12
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved