Pemkot Semarang Belum Ajukan Usulan UMK 2020 kepada Gubernur

Besaran usulan dari serikat buruh sebesar Rp 3.159.612. Sedangkan usulan dari Apindo sebesar Rp 2.711.217

Pemkot Semarang Belum Ajukan Usulan UMK 2020 kepada Gubernur
GOOGLE
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang belum menentukan besaran usulan upah minimum kota (UMK) Semarang 2020 yang akan diajukan kepada Gubernur Jawa Tengah.

Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Semarang, Ekwan Priyanto mengatakan, dua usulan UMK yang telah dirapatkan bersama serikat buruh Kota Semarang maupun asosiasi pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Semarang sudah disampaikan kepada Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.

Besaran usulan dari serikat buruh sebesar Rp 3.159.612. Sedangkan usulan dari Apindo sebesar Rp 2.711.217.

"Pak Wali belum mengajukan ke Gubernur. Rencananya, Senin (4/11/2019) baru akan menentukan.

Pak Wali akan mempertimbangkan usulan sesuai perundangan dan kondisi Kota Semarang," katanya.

Adapun usulan UMK dari Wali Kota kepada Gubernur, sebutnya, paling lambat pada 4 November 2019.

Sementara, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyampaikan, akan mencari titik ekuilibrium atau titik keseimbangan terkait penetapan usulan UMK.

Pihaknya akan menggunakan ketentuan yang ada. Jika terdapat hal yang membuat ketentuan tersebut tidak mampu digunakan, maka dia akan merundingkan kembali.

"Ini dua hal yang selalu berbanding terbalik. Pekerja minta tinggi, perusahaan tidak mau tinggi.

Kalau kami tetapkan tinggi perusahaan tidak mampu bayar malah bisa tutup.

Sebaliknya, kalau perusahan maunya rendah, akhirnya rakyat tidak bisa memenuhi kebutuhan hidpunya.

Maka kami harus cari titik ekuilibriumnya supaya berapapun kenaikannya pengusaha masih mampu bayar," jelasnya. (eyf)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved