Minggu, 3 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

DETIK-DETIK : Safitri Bunuh dan Taruh Bayinya di Lemari Pakaian di Ungaran

Entah apa yang merasuki pikiran Feri Safitri (18), warga Bakurejo RT 02 RW 02 Desan Bakurejo Kecamatan Granag Kabupaten Purworejo

Tayang:
Penulis: amanda rizqyana | Editor: Catur waskito Edy
Istimewa
Feri Safitri (18), warga Bakurejo RT 02 RW 02 Desan Bakurejo Kecamatan Granag Kabupaten Purworejo hingga tega memasukkan bayi yang baru dilahirkannya ke dalam lemari pakaian. 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN -- Entah apa yang merasuki pikiran Feri Safitri (18), warga Bakurejo RT 02 RW 02 Desan Bakurejo Kecamatan Granag Kabupaten Purworejo hingga tega memasukkan bayi yang baru dilahirkannya ke dalam lemari pakaian.

Bayi perempuan tersebut ia lahirkan sendiri di kamar kos Jalan Melati Baru II Karang Wetan RT 4 RW 4 Kelurahan Genuk Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang pada Kamis (31/10) sekitar pukul 05.00.

Tak hanya memasukkan ke dalam lemari pakaian,

Feri juga menyumpal mulut bayinya dengan kain dan menutup badan darah dagingnya dengan beberapa tumpuk kain.

Menurut keterangan Kasubbag Humas Polres Semarang Iptu Budi Supraptono pada Jumat (1/11) pagi,

Kejadian ini bermula ketika petugas piket Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polsek Ungaran mendapat laporan melalui telepon dari Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ungaran pada pukul 14.30

bahwa ada dugaan tindak penganiayaan atau pembunuhan terhadap seorang bayi.

"Pada hari Kamis tersebut, seitar pukul 11.05 dokter jaga rumah sakit mendapat rujukan pasien dari Poliklinik Ungaran Sari Garment menggunakan mobil Toyota Avanza.

Pasien mengalami pendarahan dan dokter jaga melakukan pemeriksaan mendapat kejanggalan karena ada bekas air ketuban dan bekas robekan di alat kelamin," ungkapnya.

Feri Safitri (18) warga Bakurejo RT 02 RW 02 Desan Bakurejo Kecamatan Granag Kabupaten Purworejo melahirkan tanpa bantuan orang lain di kosnya di Jalan Melati Baru II Karang Wetan RT 4 RW 4 Kelurahan Genuk, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang.

Ia melahirkan bayi perempuan tersebut pada Kamis (31/10) sekitar pukul 5.00.

Menurut keterangan Kasubbag Humas Polres Semarang Iptu Budi Supraptono, sebelum melahirkan, pada pukul 02.00 Feri sudah merasakan mulas kontraksi.

"Pukul 05.00 pelaku pergi ke kamar mandi, melahirkan anak sendirian di kamar mandi dan bayi yang dilahirkan berjenis kelamin perempuan," ujar Budi, Jumat (1/11) pagi.

Budi menambahkan, bayi perempuan tersebut masih hidup ketika dilahirkan, kemudian Feri membawa bayi beserta ari-ari dan memasukkan ke dalam kardus.

Feri menyumpal mulut bayi menggunakan tisu dan menutupi bayi dengan beberapa lembar kain. Bayi kemudian dimasukkan ke dalam lemari pakaiannya.

Feri pun pergi mandi, namun ia terjatuh karena terlalu lemas. Setelah mandi, ia berangkat bekerja sekitar pukul 07.30.

Pukul 08.00, Feri diantar ke klinik pabrik untuk diperiksa karena mengaku sedang tidak enak badan.

Oleh klinik pabrik, ia dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ungaran.

Pemeriksaan fisik oleh dokter jaga dr Vera sempat menimbulkan kecurigaan karena ditemukan bekas air ketuban dan sobekan pada vagina.

"Saat dilakukan pemeriksaan oleh dokter jaga, pelaku tidak mengakui keadaan dan perbuatannya.

Setelah dibujuk oleh dokter dan didampingi oleh kakaknya, pelaku akhirnya mengakui kalau ia baru saja melahirkan dan menyimpan bayinya di kamar mandi," terang Budi.

Setelah Feri mengakui perbuatannya, dr Vera meminta Desy Purwitasari (20) untuk mengambil bayi perempuan yang disimpan di dalam lemari pakaian kamar kos.

Desy pergi mengambil bayi tersebut berboncengan sepeda motor dengan pacarnya, Dimas.

Setelah itu Desy kembali ke Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Ungaran dan menyerahkan bayi yang sudah meninggal dunia tersebut.

Dr Vera segera menghubungi Polsek Ungaran dan melaporkan temuannya.

Fakta lain yang diperoleh dari hasil interogasi kepolisian menurut Budi ialah Feri mengaku memiliki pacar bernama Ilham Budi (20), bekerja di PT Agio Tangerang dan merupakan warga Desa Sidoarum Kecamatan Kutoarjo Kabupaten Purworejo.

Feri mengaku kali pertama melakukan hubungan seksual pada Januari 2019 dan terakhir kali saat Idulfitri 2019 di rumahnya.

Menurut penuturan Feri, Ilham tidak mengetahui keadannya yang tengah hamil.

Sementara itu, petugas kepolisian masih melakukan pemeriksaan dan penyelidikan atas kasus ini.

Namun pelaku belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut karena masih harus menjalani transfusi darah akibat pendarahan yang dialami.

"Saat ini pelaku masih dalam penanganan medis untuk pemulihan pasca melahirkan di rumah sakit," imbuh Budi. (arh)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved