Hari Ini Digelar, Tour de Borobudur Jadi Upaya Peningkatan Kunjungan Wisman ke Jateng

Membuat kemasan berolahraga sembari menikmati destinasi adalah salah satu yang bisa dilakukan

Hari Ini Digelar, Tour de Borobudur Jadi Upaya Peningkatan Kunjungan Wisman ke Jateng
Istimewa
Peserta Tour de Borobudur memulai start bersepeda dari kawasan Kota Lama Semarang, Sabtu (2/11/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Upaya untuk meningkatkan kunjungan wisata ke Jateng terus digenjot Pemerintah Provinsi.

Salah satu upaya menarik wisman itu dilakukan melalui sport tourism. Hal itu disampaikan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat membuka pesta bersepeda terbesar di Jateng, Tour de Borobudur, Sabtu (2/11/2019).

Ia menyebut daya tarik sport tourism saat ini cukup banyak diminati.

Membuat kemasan berolahraga sembari menikmati destinasi adalah salah satu yang bisa dilakukan. Begitu juga dengan pesta bersepeda Tour de Borobudur.

"Kenapa kami pilih startnya di kota lama dan finishnya di Borobudur, tentu karena harapannya para pesepeda setelah ini bisa kembali berkunjung di sini," terang Ganjar dalam sambutannya.

Benar saja puluhan pesepeda berkewarganegaraan asing juga ikut serta dalam event yang digelar di tahun ke 19 itu di Jateng.

Ganjar menyebut, beberapa destinasi yang nanti dikunjungi juga telah dilakukan pemugaran oleh pemerintah sehingga bisa lebih menarik wisatawan asing.

Salah satunya Kota Lama dan Tjolomadoe.

"Tentunya ini bukan hanya event olahraga, namun juga akan membangkitkan pariwisata di Jateng," tambahnya.

Sementara itu Koordinator Tour de Borobudur Hendra Dharmanto menambahkan kegiatan yang digagas oleh Semarang Bicycle Association (Samba) dibagi menjadi dua kategori berbeda, yakni Kategori 200 Km yang diikuti 500 peserta dan Kategori 100 Km yang diikuti 1700 peserta.

"Untuk kategori pertama, pesepeda akan melintasi rute menuju alun-alun Kabupaten Demak kemudian Api Abadi Mrapen, lalu ke Balai Kota Salatiga dan berakhir di De Tjolomadoe Karanganyar," imbuhnya.

Untuk hari Kedua, para peserta akan melakukan start dari De Tjolomadoe bersama 1.700 pesepeda kategori 100 Km menuju ke Candi Prambanan dan finish di candi Borobudur Magelang.

Total ada enam destinasi wisata bertema heritage yang akan dikunjungi ribuan pesepeda tersebut. Selain bersepeda dan berwisata peserta juga akan diajak untuk melestarikan lingkungan.

"Panitia memberikan spot pengambilan minum (water station) di setiap pemberhentian. Makanan ringan juga bebas kemasan plaatik. Jadi selain bersepeda, berwisata, kami juga melestarikan lingkungan," pungkas Hendra.

(*)

Penulis: rival al-manaf
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved