HEBOH! Iuran Urunan Beli Cincin dari Kader Posyandu Slerok saat Ada Tim Medis Puskesmas Pindah

Kader posyandu di Kelurahan Slerok, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, mengaku diminta membayar iuran Rp 50 ribu per posyandu

HEBOH! Iuran Urunan Beli Cincin dari Kader Posyandu Slerok  saat Ada Tim Medis Puskesmas Pindah
Daily Mail
Ilustrasi cincin 

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL -- Kader posyandu di Kelurahan Slerok, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, mengaku diminta membayar iuran Rp 50 ribu per posyandu setiap ada petugas medis Puskesmas Slerok yang pindah tugas.

Pungutan tak resmi itu dikumpulkan untuk membeli kenang-kenangan berupa cincin atau jam tangan.

"Uang yang dikumpulkan dari posyandu itu untuk membeli kenang-kenangan bagi tim medis yang dimutasi.

Kalau perempuan diberi cincin sementara laki-laki diberi jam tangan dan kemeja.

Semestinya, cendera mata itu kan tanggung jawab instansi terkait tapi dibebankan juga kepada posyandu," keluh kader posyandu di Kelurahan Slerok yang enggan diungkap identitasnya saat ditemui di Tegal Timur, Kamis (31/10).

Menurutnya, pungutan yang dibebankan ke posyandu itu memberatkan.

Apalagi, untuk operasional, posyandu tempat dia melayani, hanya mengandalkan bantuan dari RT, Rp 25 ribu per bulan.

Uang tersebut digunakan untuk membeli bahan pelengkap semisal kelapa yang kemudian dimasak menjadi makanan tambahan bagi anak-anak anggota posyandu. Juga, digunakan membeli elpiji untuk memasak.

Sementara, bahan utama untuk program pemberian makanan tambahan (PMT) diperoleh dari puskesmas, misalnya kacang hijau dan gula.

"Lah, sekarang sumber dana kami dari swadaya masyarakat. Dari puskesmas tidak pernah mengisi kas posyandu.

Halaman
123
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved