Seluruh Tubuh Tertimbun Longsoran Tanah, Sabar Merasa Ada Keajaiban Bisa Selamat

Rumah menempel di tanggul saluran irigasi, Rt 4 Rw 1 Kelurahan Parakancanggah Banjarnegara, seusai diterjang tanah longsor, Sabtu (2/11/201910)

Seluruh Tubuh Tertimbun Longsoran Tanah, Sabar Merasa Ada Keajaiban Bisa Selamat
Tribun Jateng/Khoiruk Muzakki
Rumah menempel di tanggul saluran irigasi, Rt 4 Rw 1 Kelurahan Parakancanggah Banjarnegara, seusai diterjang tanah longsor, Sabtu (2/11/201910) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Hujan pagi hari tak membuat Sabar terlambat bangun. Ia tetap terjaga seperti biasa, pukul 05.30 Wib, Sabtu (2/11/2019). Meski kantuk masih membujuk.

Maklum, waktu tidur Sabar semalam kurang. Ia pulang jualan tengah malam, lalu tidur dini hari.

Letih yang ia kumpulkan, harusnya ia bayar dengan istirahat panjang.

Mulai menjelang sore hingga larut malam, ia jalan kaki menyusuri kota.

Di pundaknya, ia memikul beban dagangan, bakso lengkap dengan kuah panas.

Beban itu akan berkurang jika ramai orang yang membeli. Tetapi langkahnya akan tetap berat jika dagangannya sepi.

Sabar tak sendirian. Ia punya teman seperjuangan, Minoto dan Darto yang berasal dari kecamatan sama, Pagentan. Mereka merantau ke kota Banjarnegara untuk mengais rizki.

Cara berjualan mereka masih sangat tradisional.

Bukan sepeda motor atau gerobak untuk transportasi jualan. Mereka masih mengandalkan otot pundak dan kaki untuk tumpuan dagangan.

Halaman
123
Penulis: khoirul muzaki
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved