Wagub Jateng dan Sekjen IKA FIB Jabat Dewan Penasehat FIS Unnes

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen dan Sekjen IKA FIB Dr Teguh Hadi Prayitno sebagai Ketua Dewan Penasehat Fakultas Ilmu Sosial (FIS)

Wagub Jateng dan Sekjen IKA FIB Jabat Dewan Penasehat FIS Unnes
Istimewa
Wagub Jateng dan Teguh Jabat Dewan Penasehat FIS Unnes 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen dan Sekjen IKA FIB Dr Teguh Hadi Prayitno sebagai Ketua Dewan Penasehat Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Semarang (Unnes)

Penunjukan ini diharapkan Pemprov bisa lebih “memanfaatkan” akademisi untuk menurunkan problem kemiskinan di Jateng, sementara Unnes bisa melakukan hilirisasi riset yang telah dimiliki. Sehingga bisa klop.

Penyerahan SK ketua dewan penasehat dilakukan oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial Unnes, Dr Moh Solehatul Mustofa pada Taj Yasin di ruang kerja Wagub, Rabu (30/10).

Hadir, Wakil Dekan I Prof Wasino dan sejumlah pimpinan di FIS Unnes.

Dalam SK tersebut, Taj Yasin tak sendirian. Sekretaris Dewan Penasehat dijabat oleh Dr Teguh Hadi Prayitno, MM. M.Hum, MH dan dua anggota dewan penasehat adalah Direktur Pendidikan dan Agama Kementerian PPN/Bappenas Amich Al Humami dan Wakil Rektor Prof Agus Nuryatin.

Usai menerima SK, pada wartawan, Taj Yasin mengatakan akan ada banyak hal yang bisa dilakukan oleh kedua belah pihak.

Dalam hal ini, Pemprov akan meminta dukungan Unnes untuk program pengentasan kemiskinan, meski sebelumnya juga sudah dilakukan.

“Menurunkan kemiskinan itu tidak bisa dilkaukan oleh pemerintah sendirian. Tapi semua pihak mesti terlibat. Misalnya, nanti mahasiswa yang KKN bisa diarahkan ke desa yang masuk zona merah (kemiskinan). Karena mereka butuh bimbingan,” kata Taj Yasin.

Di sisi lain, semua kampus harus melakukan upaya mencegah masuknya paham-paham radikal. Hal ini harus dilakukan secara terus menerus.

Di sisi lain, pihak kampus akan melakukan hilirisasi hasil penerlitian dan riset. Melalui sinergi dengan Pemprov Jateng maka hasil riset akan bisa tepat sesuai dengan kebutuhan masyarakat Jawa Tengah.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial Unnes, Dr Moh Solehatul Mustofa mengatakan sinergi tersebut diharapkan mampu terus meningkatkan kualitas pendidikan di Unnes, khususnya di FIS. Lantaran hasil riset yang dilakukan tepat guna dan bermanfaat.

“Ini merupakan cara kami untuk mengembangkan FIS lebih berdaya guna. Kami memiliki banyak pakar dan program. Target-targetnya nanti bisa disinergikan dengan Pemprov Jateng,” kata Solehatul Mustofa.

Sejumlah hasil karya maupun riset yang dibuat oleh mahasiswa maupun akademisi FIS seperti sejarah yang berkaitan dengan persoalan sosial, kemasyarakatan dan karakter bangsa. Mereka juga membuat peta-peta tematik di Jateng.

Sesuai rencana, Wagub akan menghadiri acara kuliah umum yang diikuti 1.400 mahasiswa Unnes pada 6 November 2019 mendatang. Kuliah umum tersebut bertemakan Kebhinekaan. (*)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved