Bawaslu Sebut Ada Tiga Desa Percontohan di Brebes, Anti Money Politics Maupun Pengawasan

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Brebes membentuk desa anti money politics (politik uang--red) dan desa pengawasan.

Penulis: m zaenal arifin | Editor: deni setiawan
ISTIMEWA
Komisioner Bawaslu Kabupaten Brebes memberikan paparan pembentukan desa pengawasan, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Brebes membentuk desa anti money politics (politik uang--red) dan desa pengawasan.

Langkah itu dilakukan selain sebagai bentuk pendidikan politik, juga mengajak masyarakat agar sadar akan bahaya politik uang yang bisa merusak tatanan demokrasi.

"Dalam beberapa bulan terakhir ini, kami sedang merintis untuk program desa anti money politics dan desa pengawasan."

"Ini merupakan program kerja yang dilakukan Bawaslu setelah pemilu selesai."

"Artinya, kami tetap bekerja meski pemilu telah selesai," kata Ketua Bawaslu Kabupaten Brebes, Wakro, Minggu (3/11/2019).

Dia menjelaskan, saat ini ada tiga desa yang dijadikan percontohan untuk program desa anti politik uang.

Yakni, Desa Winduasri Kecamatan Salem, Desa Ciseureuh dan Cikesal Kecamatan Ketanggungan.

Untuk percontohan desa pengawasan juga ada tiga.

Yakni, masing-masing satu desa di Kecamatan Kersana, Banjarharjo dan Tonjong.

Wakro mengungkapkan, program desa pengawasan sifatnya lebih luas.

Ia menginginkan masyarakat terlibat dalam proses pemilu melalui desa pengawasan ini.

"Seperti, bagaimana masyarakat ikut aktif mengawasi proses pemilu, cara melaporkan ketika menemukan pelanggaran dan mengetahui secara detail apa itu pemilu," jelasnya.

Dibentuknya desa anti politik uang dan pengawasan, katanya, karena pihaknya menghendaki masyarakat untuk lebih mengetahui apa itu politik uang dan menanamkan embrio masyarakat sadar bahaya politik uang.

Caranya, melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat langsung, baik itu sosialisasi ataupun forum diskusi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved