Satu Desa Batal Gelar Pilkades Serentak di Kudus, Total Kebutuhan Anggaran Rp 9,28 Miliar

Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang akan digelar di Kabupaten Kudus pada 19 November 2019 menelan biaya hingga Rp 9,28 miliar.

Satu Desa Batal Gelar Pilkades Serentak di Kudus, Total Kebutuhan Anggaran Rp 9,28 Miliar
Tribun Jateng/ Rifqi Gozali
Penetapan dan pengambilan nomor urut calon kepala desa Payaman, Kecamatan Mejobo, Kudus, Jumat (1/11/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang akan digelar di Kabupaten Kudus pada 19 November 2019 menelan biaya hingga Rp 9,28 miliar.

Biaya sebanyak itu, digunakan untuk pengadaan surat suara, kotak suara, honor panitia, biaya pelantikan, hingga ongkos kelengkapan lainnya.

Kabid Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kudus, Arif Suwanto mengatakan, sedianya ada 116 desa dari 123 desa yang menggelar Pilkades.

Rupanya, ada satu desa yang tidak bisa menggelar Pilkades.

"Satu desa yang tidak bisa melanjutkan Pilkades yakni Desa Undaan Lor. Hasil lengkap penetapan calon, akhirnya ada 115 desa dengan 286 calon," kata Arif, Minggu (3/11/2019).

Dia berujar, di masing-masing desa terdapat panitia.

Nilai anggaran yang diterima di setiap desa berbeda.

Tergantung jumlah daftar pemilihnya.

"Tergantung daftar pemilih yang disusun panitia," katanya.

Menurutnya, dari jumlah daftar pemilih, Desa Kauman di Kecamatan Kota merupakan desa yang paling sedikit jumlah daftar pemilihnya.

Halaman
12
Penulis: Rifqi Gozali
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved