Guru SD dan SMP di Kabupaten Pekalongan Ikuti Acara 'Bakti Pada guru'

Kegiatan ini merupakan salah satu Corporate Social Responsibility (CSR) yang dikeluarkan oleh Chaeron Pokphand Foundation Indonesia

Guru SD dan SMP di Kabupaten Pekalongan Ikuti Acara 'Bakti Pada guru'
Tribunjateng.com/Indra Dwi Purnomo
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat memberikan sambutan di acara 'Bakti Pada Guru' di Pendopo Kabupaten Pekalongan, Senin, (4/11/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Sebanyak 110 guru dari sejumlah Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengikuti acara 'Bakti Pada Guru' di Pendopo Kabupaten Pekalongan, Senin, (4/11/2019).

Kegiatan ini merupakan salah satu Corporate Social Responsibility (CSR) yang dikeluarkan oleh Chaeron Pokphand Foundation Indonesia.

Andi Magdalena Siadari Sekjen Pokphand Foundation Indonesia mengungkapkan program ini menggandeng Fakultas Psikologi Univesitas Diponegoro Semarang, di mana para guru akan diajak untuk melakukan pengembangan diri yang IDEAL (Inspiratif, Dedikatif, Empatik, ber Akhlak mulia dan berbudi Luhur).

"Progam ini kami laksanakan sebagai wujud bakti kami kepada para guru. Selain, itu juga kegiatan ini menekankan sikap moral yang mewujudkan tekad untuk memberi yang terbaik kepada bangsa sebagai Guru IDEAL," kata Magdalena saat ditemui Tribunjateng.com.

Magdalena mengungkapkan setelah mengikuti pelatihan program ini, para guru didorong agar mampu menjadi dambaan peserta didik dan sosok guru yang bisa menjadi panutan dan selalu memberikan keteladanan.

Sementara itu, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengapresiasi progam ini.

Menurutnya program milik Charoen Pokphand Foundation Indonesia bisa membantu peningkatan kualitas guru di Kabupaten Pekalongan.

"Kami sangat mengapresiasi langkah Charoen Pokphand Indonesia ini dalam memajukan kualitas guru."

"Saya berharap program ini bisa berlangsung secara berkelanjutan di Kabupaten Pekalongan. Sebab hal ini merupakan salah satu upaya mencerdaskan kehidupan bangsa," katanya.

Asip berpesan kepada para peserta guru untuk mengikuti pelatihan dengan baik.

"Selama dua hari mengikuti pelatihan ini, saya minta kepada guru perhatikan dan cermati program ini. Sehingga bisa bermanfaat terus-menerus dan yang lebih penting yaitu aspek implementasinya di sekolah," tambahnya. (Dro)

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved