Jelang Musim Hujan, Perajin Batu Bata di Kendal Genjot Kapasitas Produksi

Perajin batu bata di Kendal menggenjot kapasitas produksi di penghujung kemarau tahun ini

Jelang Musim Hujan, Perajin Batu Bata di Kendal Genjot Kapasitas Produksi
Tribun Jateng/Dhian Adi Putranto
Perajin batu bata di Desa Kebonadem Brangsong mengolah tanah liat 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Mendekati akhir musim kemarau, perajin batu bata di Kecamatan Brangsong, Kendal menggenjot kapasitas produksi.

Mereka ingin memperbanyak stok, sehingga saat musim hujan tiba, perajin punya komoditas untuk dijual.

Perajin batu bata di Desa Kebondalem, Brangsong, Jasman mengatakan, saat musim hujan, produksi batu bata bakal menurun hingga tinggal sepertiga dibandin kemarau.

Saat kemarau, perajin bisa melakukan pembakaran batu bata tiap bulan.

Sedangkan di musim hujan, perajin hanya bisa membakar batu bata tiga hingga lima bulan sekali.

Dalam satu kali proses pembakaran pengrajin biasanya membakar sebanyak 25 ribu hingga 50 ribu batu bata.

"Hal itu karena proses pengeringan yang lama."

"Saat kemarau, pengeringan hanya butuh waktu tiga hari, sementara di musim hujan hingga satu minggu," kata dia, Senin (4/11/2019).

Hal senada juga dikatakan perajin lain, Sukariyah.

Dia harus beradu cepat dengan datangnya musim hujan.

Sedangkan dari sisi harga, saat kemarau terbilang rendah dibanding musim penghujan.

Hal itu sebanding dengan rentang waktu proses produksi.

Menurutnya pada musim kemarau harga batu bata diambil langsung di tempat produksi dihargai sebesar Rp 450 hingga Rp 470 per buah.

Namun saat musim penghujan, harga batu bata mencapai Rp 500 per buah.

"Penjualan batu bata sangat laku pada musim kemarau karena banyak yang melakukan pembangunan rumah pada saat musim kemarau," tambahnya. (Dhian Adi Putranto)

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved