Keterserapan Lulusan Vokasi Undip Peringkat Tiga

Universitas Diponegoro mengejar keterserapan lulusannya di dunia kerja. Salah satunya lewat pengoptimalan sekolah vokasi Undip

Keterserapan Lulusan Vokasi Undip Peringkat Tiga
Tribunjateng.com/Akbar Hari Mukti
Prof Yos Johan Utama memasang paku emas di gedung sekolah vokasi Undip, Tembalang, Semarang, Senin (4/11/2019). Tribun jateng/akbar hari mukti 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Universitas Diponegoro mengejar keterserapan lulusannya di dunia kerja. Salah satunya lewat pengoptimalan sekolah vokasi Undip.

"Karena sekolah vokasi difokuskan applied science atau ilmu terapan. Perbandingan praktik dengan akademisnya 60 berbanding 40," papar Rektor Undip Prof Yos Johan Utama usai topping off gedung sekolah vokasi Undip, Tembalang, Semarang, Senin (4/11/2019).

Untuk Undip, menurutnya daya tampung mahasiswa vokasi saat ini mencapai 2 ribu mahasiswa per semester. Menurut Prof Yos, pasar kerja untuk D3 cukup tinggi.

"Bahkan di peringkat QS dunia, untuk keterserapan di dunia kerja, Undip peringkat 3 di bawah ITB dan Binus," jelas dia.

Selain fokus ke sekolah vokasi, pihaknya juga berupaya menambah program S1 dan S2 terapan.
Namun menurutnya kendala penambahan tersebut ialah tenaga pengajar yang masih sukar ditemui di Indonesia.

"Contohnya untuk S2 terapan, yang mengajar harus Doktor ilmu terapan. Padahal susah sekali mencarinya."

"Artinya saat ini kebanyakan Doktor di Indonesia ialah Doktor akademis," ungkap dia.

Adapun gedung sekolah vokasi Undip direncanakan selesai Mei 2020 mendatang.

Menurut Prof Yos, gedung tersebut diharapkan bisa digunakan dalam tahun ajaran 2020 mendatang.

Dekan Sekolah Vokasi Undip, Prof Budiyono menambahkan pembangunan gedung vokasi Undip dilakukan untuk memajukan pendidikan vokasi.

Karena mahasiswa vokasi menurutnya masih menginduk untuk melangsungkan kegiatan perkuliahan.

Ia menuturkan pembangunan gedung tersebut menggunakan biaya mencapai Rp40 Milyar.

"Di gedung nantinya ada solar panel 100,32 kwh. Membuat ada efisiensi biaya minimal 30% per tahun," ujarnya. (Ahm)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved