Liputan Khusus : Permainan 'Makelar Piknik' Memperburuk Layanan Paket Wisata

Beberapa kasus kecelakaan, melibatkan bus pariwisata yang sedang mengangkut banyak penumpang, baik pelajar maupun rombongan komunitas

Liputan Khusus : Permainan 'Makelar Piknik' Memperburuk Layanan Paket Wisata
TRIBUN JATENG/M ZAENAL ARIFIN

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Beberapa kasus kecelakaan, melibatkan bus pariwisata yang sedang mengangkut banyak penumpang, baik pelajar maupun rombongan komunitas. Bus yang mengangkut rombongan pariwisata itu mengalami kecelakaan di Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah maupun DIY atau Bali.

Faktor penyebab kecelakaan antara lain kondisi bus tidak standar, sopir bus tidak menguasai medan, mengantuk atau kecapekan, ugal-ugalan, rute kunjungan tidak sesuai rencana awal (cari jalan pintas) dan sebagainya. 'Kesalahan' itu diperparah lagi oleh permainan oknum travel agen atau makelar piknik.

Oknum travel agen atau makelar piknik menawarkan paket wisata kepada sekolah-sekolah atau komunitas tertentu, dengan harga miring. Mereka merebut segmen pasar PO Bus yang telah resmi menjalin kerja sama. Jika paket standar, misalnya Rp 1,8 juta maka makelar berani kasih harga Rp 1,5 juta saja.

Dengan harga miring itu, makelar mencarikan bus dari luar daerah dalam kondisi kurang standar, atau bus cadangan antar kota antar provinsi (AKAP) dan AKDP.

Tentu kondisi armada bus tidak sebagus bus pariwisata yang disediakan oleh PO bus resmi, sebagaimana dalam kesepakatan. Namun demikian pihak sekolah tidak bisa protes kepada "makelar piknik" karena telah terjadi "kesepakatan" di luar perjanjian.

Dan hal-hal begitu berlangsung dalam jangka waktu lama, saling terikat dan dua pihak diuntungkan. Rata-rata tiap sekolah, minimal ada 3 kali piknik dalam setahun, dengan tujuan di luar provinsi.

Kecelakaan bus pariwisata, yang baru saja terjadi menimpa rombongan pelajar SMPN 1 Subah Kabupaten Batang tanggal 23 Oktober 2019. Sedangkan kasus kecelakaan sebelumnya yang melibatkan bus pariwisata antara lain terjadi di arah Tawangmangu Karanganyar, di Salatiga, di Kopeng, Boyolali, Gunungkidul, Pacitan, dan lain-lain.

Bus pariwisata yang mengangkut pelajar SMPN 1 Subah itu bertolak dari Bandung mengalami kecelakaan di KM 181.400 jalur A Tol Cipali. Dua siswa dan kepala sekolah meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan satu siswa menyusul selang tiga hari usai dirawat di rumah sakit Kabupaten Cirebon, karena koma dan luka parah.

Hingga saat ini, penyebab pasti dari kecelakaan belum diketahui pihak sekolah. Namun menurut penuturan seorang guru yang juga ikut rombongan pariwisata, bus oleng setelah menabrak bagian belakang sebuah truk.

Dia adalah Suroso, guru PKN yang mengajar untuk siswa kelas 7 dan 9 di SMP N 1 Subah Kabupaten Batang. "Saya dan sekolah belum mendapatkan pemberitahuan resmi dari kepolisian tentang penyebab kecelakaan bus pariwisata yang kami gunakan.

Halaman
1234
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved