Banjarnegara Butuh Tambahan Tenaga Spesialis Kandungan

Angka kematian ibu (AKI) di Kabupaten Banjarnegara masih cukup tinggi.

Banjarnegara Butuh Tambahan Tenaga Spesialis Kandungan
istimewa
Bupati Banjarnegara menghadiri acara pertemuan desiminasi hasil kajian KMP, belum lama ini. 

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Angka kematian ibu (AKI) di Kabupaten Banjarnegara masih cukup tinggi.

Sampai bulan Oktober 2019, angka kematian ibu di kabupaten itu mencapai 22 orang.

Padahal, tahun 2018, Banjarnegara bisa menrunkan AKI hingga di angka 9 orang.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Banjarnegara Ahmad Setiawan, ada banyak faktor yang memengaruhi tingginya angka kematian ibu di Banjarnegara.

Di antaranya faktor keterlambatan.

Keterbatasan rumah sakit tak ayal membuat pasien harus dilarikan ke rumah sakit luar daerah, atau ke rumah sakit yang lebih lengkap sarana dan tenaga ahlinya.

Selain itu, keterbatasan tenaga ahli dan tenaga spesialis di rumah sakit juga dinilainya berpengaruh.

Ahmad mengakui, Banjarnegara memiliki tenaga spesialis kandungan, namun jumlahnya sangat terbatas.

Karena keterbatasan itu, tak jarang pasien perlu dirujuk ke luar kota yang punya banyak spesialis kandungan.

Pasien yang dirujuk dari Puskesmas ke rumah sakit di Banjarnegara bisa dirujuk lagi ke rumah sakit Purwokerto karena minimnya spesialis kandungan.

Halaman
12
Penulis: khoirul muzaki
Editor: Daniel Ari Purnomo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved