Disdik Gandeng Guru Besar Bikin Kajian Terkait Relokasi SMPN 16 Semarang

Dinas Pendidikan Kota Semarang terus berupaya relokasi SMPN 16 Semarang yang terdampak pembangunan tol dilakukan secepatnya.

Disdik Gandeng Guru Besar Bikin Kajian Terkait Relokasi SMPN 16 Semarang
hesty imaniar
SMPN 16 Semarang 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Pendidikan Kota Semarang terus berupaya relokasi SMPN 16 Semarang yang terdampak pembangunan tol dilakukan secepatnya.

Termasuk di antaranya menggandeng pihak akademisi melakukan kajian terkait relokasi tersebut.

"Kami gandeng guru besar dari perguruan tinggi di Kota Semarang untuk mengkaji kegiatan belajar mengajar di SMPN 16 Semarang," jelas Kabid Pembinaan SMP Disdik Kota Semarang, Sutarto, Selasa (5/11/2019).

Kajian tersebut menurutnya dari berbagai sisi.

Misal dari sisi kesehatan dan kenyamanan siswa, keefektifan kbm, serta tingkat polusi udara di sekitaran SMPN 16 Semarang.

Jika dari pihak akademisi menyatakan tak layak menggelar kbm di sana, Sutarto menjelaskan Disdik langsung memberikan informasi dari pihak akademisi tersebut ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

"Jika tak layak, kementerian diminta merekomendasi untuk relokasi. Lalu pengembang jalan tol Semarang-Batang bisa melakukan ganti rugi lahan," katanya.

Hal tersebut, ujat Sutarto perlu dilakukan karena menurutnya pengembang perlu payung hukum untuk memberikan ganti rugi.

"Aturannya seperti itu. Mereka takut kalau dilakukan ganti rugi namun tak semua lahan SMPN 16 Semarang terpakai. Sekarang ini setengahnya saja yang terpakai," lanjutnya.

Ia pun berharap agar semua pelajar di Kota Semarang bisa memperoleh pendidikan yang optimal dan tidak terganggu apapun.

Sebelumnya relokasi SMPN 16 Semarang diberitakan segera masuk prioritas pembahasan Komisi D DPRD Kota Semarang setelah alat kelengkapan dewan (AKD) ditetapkan.

Sudah tiga tahun terdampak pembangunan tol hingga kini belum juga dilakukan relokasi.

Hal tersebut dikatakan anggota DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo.

"Untuk kesekian kalinya kami merasa gemas. Ini menjadi program yang superprioritas."

"Siswa jangan jadi korban," ungkapnya. (Akbar Hari Mukti)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved