Kepala Kajian Makro LPEM Universitas Indonesia UI: Kenaikan UMP Ancam Pengurangan Tenaga Kerja

Kepala Kajian makro LPEM Universitas Indonesia (UI), Febrio Nathan Kacaribu mengatakan, jumlah tenaga kerja terancam berkurang

Kepala Kajian Makro LPEM Universitas Indonesia UI: Kenaikan UMP Ancam Pengurangan Tenaga Kerja
Harian Warta Kota/Henry Lopulalan
Ilustrasi - Penukaran uang dolar ke rupiah. Editor: Mohamad Yoenus 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Kepala Kajian makro LPEM Universitas Indonesia (UI), Febrio Nathan Kacaribu mengatakan, jumlah tenaga kerja terancam berkurang akibat upah minimum provinsi (UMP) yang naik terus.

Menurut dia, naiknya UMP dalam 5 tahun terakhir khususnya, harus menjadi perhatian pemerintah, karena tidak hanya berdampak ke sektor industri, tapi juga tenaga kerja.

"Kenaikan UMP sudah terjadi dalam 5 tahun terakhir. Pemerintah harus perhatikan dampak keberlangsungan ke manufaktur dan lapangan kerja," ujarnya, di Jakarta, Senin (4/11).

Febrio menuturkan, ketika UMP terus didorong naik oleh pemerintah, biaya operasional perusahaan akan meningkat, sehingga ada pengurangan produksi. Hal itulah yang membuat para pelaku usaha mau tidak mau juga mengurangi jumlah tenaga kerjanya.

Ia menambahkan, butuh koordinasi antar-pemangku kepentingan, karena sektor manufaktur juga dirugikan dari berkurangnya produksi.

"Nah ini harus duduk bareng antara pemerintah, serikat pekerja, dan pengusaha. Kalau UMP naik terus 8 persen, tapi yang terjadi itu rumusnya pertumbuhan riil ditambah inflasi, ini bisa jadi titik negosiasi lanjutan," jelasnya. (Tribunnews/Yanuar Riezqi Yovanda)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved