Pedagang Pasar Pagi Blok A Kota Tegal Gelar Demo Tolak Kenaikan Retribusi

Duaratusan pedagang dan karyawan kios Pasar Pagi Blok A Kota Tegal melakukan demonstrasi menolak kenaikan biaya retribusi pasar

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL  - Duaratusan pedagang dan karyawan kios Pasar Pagi Blok A Kota Tegal melakukan demonstrasi menolak kenaikan biaya retribusi pasar, Senin (4/11). Dalam aksi itu, mereka juga meminta biaya sewa kios dihapus.

Koordinator aksi, Ahmad (40), mengatakan, ada empat tuntutan dalam demontrasi ini. Pertama, pedagang menolak kenaikan biaya retribusi dan menghapus sewa kios.

Tuntutan kedua, menolak aparatur sipil negara (ASN) dari Dinas Pasar yang bersikap arogan dalam melayani pedagang pasar. Ketiga, menolak adanya pedagang liar di lahan parkir area pasar maupun di sepanjang jalan depan pasar. Terakhir, mereka meminta fungsi dan fasilitas pasar di Blok A dikembalikan.

"Kami sengaja tutup (tidak berdagang). Kami minta, tuntutan kami diterima. Paling tidak, poin satu dikabulkan. Bahkan kalau bisa, harga sewa dihilangkan saja," kata Ahmad di sela aksi, Senin (4/11).

Sementara, Eri Sudjono, perwakilan pedagang mengatakan, selama ini, pedagang Pasar Pagi di Blok A dikenai dua tarikan yakni sewa kios dan retribusi. Padahal, menurut Eri, pedagang di beberapa daerah di Jawa Tengah, semisal Kota Salatiga, Boyolali, dan Kota Solo, hanya dikenai retribusi dan dibebaskan dari sewa kios.

"Kami harus membayar sewa kios yang mahal dan biaya retribusi yang tinggi. Kalau daerah lain hanya retribusi," katanya.

Eri mengatakan, dari informasi yang diterima, retribusi akan dinaikkan 60 persen. Tentu saja, ini memberatkan pedagang.

Sebelum ada kenaikan, menurut Eri, pedagang yang kiosnya paling luas, sekira 50 meter persegi, harus membayar sewa Rp 900 ribu per bulan. Setelah dinaikan, pengeluaran mencapai sekira Rp 1,5 juta. Belum lagi, yang memiliki toko 50 meter persegi, harus membayar sewa kios Rp 136 juta per lima tahun.

"Jadi, kalau ditotal, satu tahun, bisa mencapai Rp 47 juta. Sedangkan usaha kami hanya buka mulai pukul 08.00 sampai 16.00," jelasnya.

Aksi pedagang yang semula ada di pasar itu kemudian bergeser ke Balai Kota Tegal. Namun, belum sampai di tujuan, mereka bertemu Wakil Wali Kota Tegal Jumadi ST.

Halaman
12
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved