Sepakat, UMK Batang 2020 Diusulkan Sebesar Rp 2.061.700

Pemerintah Kabupaten Batang akhirnya menyepakati nilai Upah Minimum Kabupaten (UMK) Batang 2020 yang akan diusulkan ke Gubernur Jateng

Sepakat, UMK Batang 2020 Diusulkan Sebesar Rp 2.061.700
Tribunjateng.com/Dina Indriani
Usulan UMK Batang 2020 yang disampaikan Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Batang, Tulyono saat ditemui Tribunjateng.com di Kantor Disnaker, Selasa (5/11/2019). 

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Pemerintah Kabupaten Batang akhirnya menyepakati nilai UMK (Upah Minimum Kabupaten) Batang 2020 yang akan diusulkan ke Gubernur Jateng.

Sesuai kesepakatan antara buruh, pengusaha, yang difasilitasi Pemkab Batang, UMK Batang 2020 diusulkan naik sebesar Rp 161.700 dari UMK Batang 2019.

Usulan nominal UMK 2020 disepakati sebesar Rp 2.061.700 sementara nominal UMK 2019 yaitu Rp 1.900.000.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Batang, Tulyono mengatakan
penghitungan nominal UMK mengacu PP No. 78/2015 tentang Pengupahan.

Dijelaskannya rumusan kenaikan berdasarkan penghitungan berdasarkan pada upah minimum provinsi (UMP) ditambah perhitungan laju inflasi dan produk domestik bruto (PDB) atau pertumbuhan ekonomi.

"Perhitungan kenaikan tetap ada dasarnya, dan mengacu pada aturan yang ada maka setelah dihitung nominal UMK Batang 2020 disepatkati sebersar Rp 2.061.700," terangnya saat ditemui Tribunjateng.com di Kantor Disnaker, Selasa (5/11/2019).

Tulyono mengatakan dalam pembahasan UMK 2020 pihaknya telah melakukan rapat rutin selama tiga bulan sekali dalam setahun.

"Untuk UMK 2020 sendiri menjadwalkan rapat tiga bulan sekali bersama tim yang terdiri dari asosiasi pengusaha, buruh, juga dari Pemkab termasuk Pak Bupati," ujarnya.

Diakuinya meski terdapat perbedaan pendapat antara pengusaha dan buruh namun selalui berjalan kondusif dan kesepakatan tetap mengacu pada peraturan yang sudah ditetapkan.

"Perselisihan dan beda pendapat tetap ada, tapi alhamdulillah berjalan kondusif dan semua pihak telah menerima hasil yang sudah disepkati bersama," ujarnya.

Diungkapkannya, UMK Batang termasuk dalam kategori upah tinggi dengan peringkat ketujuh se-Jawa Tengah dan kedua sekaresidenan Pekalongan setelah Kota Pekalongan.

"UMK Batang termasuk tinggi karna selalu diperingkat tujuh se-Jawa Tengah dan kedua sekaresidenan Pekalongan, sehingga dia berharap dengan hasil yang sudah disepakati tersebut buruh tetap bisa sejahtera, dan pengusaha tidak terbebani juga investor mau masuk ke Batang," pungkasnya. (din)

Penulis: dina indriani
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved