Dr Parfi : Pemerintah Perlu Memahami Potensi Kebencanaan di Ibu Kota Baru

Pemerintah perlu memahami potensi kebencanaan di ibu kota baru di Indonesia.

Dr Parfi : Pemerintah Perlu Memahami Potensi Kebencanaan di Ibu Kota Baru
TRIBUN JATENG/AKBAR HARI MUKTI
Diskusi bertajuk 'menuju ibu kota negara ekologis dan berkelanjutan' oleh IALI Jateng di kampus FT Undip, Tembalang, Semarang, Rabu (6/11/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah perlu memahami potensi kebencanaan di ibu kota baru di Indonesia.

Terutama pasca ibu kota selesai dibangun dan ditempati.

"Pemahaman tersebut agar ibu kota baru di kabupaten Penajam Paser Utara dan kabupaten Kutai Kertanegara bisa ditinggali secara optimal," papar Dr Parfi Khadiyanto, Bidang Pengembangan Keprofesian dan Edukasi Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia (IALI) Jateng di diskusi 'menuju ibu kota negara ekologis dan berkelanjutan' di kampus FT Undip, Tembalang, Semarang, Rabu (6/11/2019).

Menurutnya bila berkaca dari wilayah tersebut saat ini, potensi kebencanaannya sangat minim.

Bahkan wilayah tersebut termasuk penghasil oksigen terbesar di Indonesia.

Hal itu disebabkan oleh hutan hujannya yang masih lebat.

Perguruan Tinggi Vokasi Diminta Membangun Prodi yang Punya Link ke Industri

Kabupaten Batang Berhasil Rayu Investor di Ajang CJIBF 2019, Totalnya Rp 2 Triliun

Banyak Tukang Parkir di Kota Pekalongan Pakai Karcis Palsu, Doel : Selama Ini Aman Saja

Pedagang Sebut Pemkot Pekalongan Gagal Kelola Sentra Kuliner

"Artinya, tempat tersebut memiliki kontur alamiah yang sangat kaya," jelasnya.

Ia pun menilai, dalam pembangunan ibu kota baru nantinya tidak mengabaikan alam yang sudah ada di kawasan tersebut.

Karena jika dalam pembangunan ibu kota baru tersebut merusak alam, maka potensi kebencanaan di kawasan tersebut akan naik.

"Artinya perlu dipahami bahwa potensi kebencanaan pascaditinggali, di antaranya air, sampah, hingga ancaman penggundulan hutan," jelasnya.

Yudha Kartana Putra, Bidang Organisasi, SDM dan Kerjasama IALI Jateng menambahkan pembangunan ibu kota baru Indonesia perlu melalui riset dan terencana secara matang dari segala lini.

"Ambil contoh Kazakhstan yang memindahkan ibu kota dari Almaty ke Nur Sultan.

Ada perencanaan kota yang dilakukan secara matang," jelasnya. (Ahm)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved