Jumlah Kunjungan Wisatawan Asing ke Candi Borobudur Magelang Turun 30 Persen pada Periode Tahun Ini
Jumlah kunjungan wisatawan asing ke Candi Borobudur di Kabupaten Magelang Jawa Tengah mengalami penurunan drastis pada periode ini
TRIBUNJATENG.COM, YOGYA - Jumlah kunjungan wisatawan asing ke Candi Borobudur di Kabupaten Magelang Jawa Tengah mengalami penurunan drastis pada periode ini, dibanding tahun lalu di periode yang sama.
Hal itu diungkapkan Wakil Ketua DPD Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) DIY Bobby Ardianto Setyo Ajie dari hasil diskusi dengan Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, Ratu Boko.
Penurunan wisatawan ini mencapai 30 persen, dari sebelumnya hanya 5-10 persen.
"Kemarin kita diskusi dengan TWC, kunjungan ke Borobudur sendiri di bulan Agustus dibanding tahun lalu di periode yang sama turun 30%. Banyak faktor yang berpengaruh, baik internal maupun eksternal," tuturnya, Selasa (5/11/2019).
Faktor internal dalam negeri kata Bobby karena ada banyak kejadian berturut-turut seperti bencana alam dan pemilu. Sedang faktor eksternal, yakni karena kondisi Eropa yang juga belum stabil.
"Maka sekarang, wisman agak sedikit resisten dengan harga. Seperti harga destinasi yang cukup mahal seperti Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, penurunannya cukup terasa sekali," katanya.
"Satu hal yang harus disadari, wisman terutama wisatawan Eropa datang ke Yogyakarta, yang menjadi magnet utama adalah Borobudur.
Sedangkan Borobudur dengan kondisi seperti itu, kita efeknya bisa lihat, kunjungannya menurun cukup banyak," paparnya.(TRIBUNJOGJA.COM)
Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Kunjungan Wisatawan Asing ke Borobodur Turun 30 Persen, Jadi Penurunan Terburuk
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/candi-borobudur_20171225_074356.jpg)