Kantor Imigrasi Pati Bentuk Tim Pengawasan Orang Asing Hingga Tingkat Kecamatan

Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Pati membentuk Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) hingga tingkat kecamatan di wilayah kerjanya yang meliputi Pati,

Kantor Imigrasi Pati Bentuk Tim Pengawasan Orang Asing Hingga Tingkat Kecamatan
TRIBUN JATENG/MAZKA HAUZAN NAUFAL
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Jawa Tengah Tarsono dalam acara Pengukuhan dan Rapat Koordinasi Tim Pengawasan Orang Asing Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Pati di Muria Ballroom The Safin Hotel, Rabu (6/11/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Pati membentuk Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) hingga tingkat kecamatan di wilayah kerjanya yang meliputi Pati, Rembang, Blora, dan Jepara.

Seremoni pengukuhan Timpora yang dirangkai dengan rapat koordinasi diselenggarakan di Muria Ballroom The Safin Hotel, Rabu (6/11/2019).

Adapun prosesi pengukuhan dipimpin oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Jawa Tengah Tarsono.

Tarsono menjelaskan, Timpora terdiri atas unsur pemerintah, TNI-Polri, dan lembaga terkait. Pembentukan Timpora tingkat kecamatan dimaksudkan untuk meningkatkan kerjasama dan diskusi mendalam terkait mekanisme pengawasan orang asing di wilayah masing-masing.

“Supaya lebih efektif dan efisien. Yang paling penting tidak mengganggu orang asing di daerah itu. Timpora yang dibentuk hingga tingkat kecamatan tersebut untuk memantau keberadaan warga asing hingga titik RT/RW. Keberadaan mereka benar-benar bermanfaat untuk sekitar dan menghindari efek negatif,” jelasnya, didampingi Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Pati Surjono.

Tarsono menyebut, saat ini terdapat 4.948 orang asing di Jawa Tengah, 486 di antaranya berada di wilayah kerja Kantor Imigrasi Pati.

Di wilayah kerja Kantor Imigrasi Pati, terdapat 11 orang asing yang melakukan pelanggaran keimigrasian. Seluruhnya hanya bersifat administratif, tidak sampai pro justisia

“Jadi, untuk wilayah Pati ini, kerawanan relatif rendah. Karena di sini yang pro justisia juga tidak ada. Pro justisia untuk wilayah Jateng itu ada 14, 13 di antaranya ada di wilayah kerja Kantor Imigrasi Semarang. Di sini relatif kondusif. Mudah-mudahan bisa terus terjaga," ungkapnya.

Terkait penegakan hukum bagi orang asing, Tarsono mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan pihak terkait. Jika ada orang asing melanggar pidana, Polisi akan bertindak. Namun, untuk tindakan keimigrasian, yang menyelesaikan Kantor Imigrasi.

"Jika melanggar Perda bisa ditangani Satpol PP. Namun, keimigrasian kami yang menangani. Masing-masing melakukan tindakan sesuai tupoksinya,” katanya.

Sementara, Bupati Pati Haryanto yang turut menghadiri acara ini mengatakan, meski telah memiliki lembaga Kominda (Komunitas Intelijen Daerah), Pemkab Pati akan terbantu dengan keberadaan Timpora.

Lebih jauh, ia mengatakan, Timpora juga diharapkan dapat melakukan deteksi dini indikasi terorisme.

"Tapi, bukan berarti kita apriori bahwa keberadaan orang asing itu pasti akan berbuat jelek. Orang asing kan ada yang investasi, ada yang bekerja, turis, ada juga yang menikah dengan WNI dan berrumah tangga di sini. Itu datanya kita ada semua," ucapnya. (Mazka Hauzan Naufal)

Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved