Perayaan Maulid Nabi, Warga Kaliwungu Kendal Berburu Teng-tengan

Lampion yang disebut dengan teng tengan itu biasanya dipasang di depan rumah mereka dengan ditambahi lampu-lampu kelap-kelip di sekitar rumah

Perayaan Maulid Nabi, Warga Kaliwungu Kendal Berburu Teng-tengan
Tribunjateng.com/Dhian Adi Putranto
Pengrajin Teng-tengan Kampung Lungsungsari tengah sibuk membuat tengtengan 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Masyarakat Kaliwungu Kendal mempunyai tradisi unik yang dilakukan untuk menyambut perayaan Maulid Nabi Muhammad. Biasanya saat menjelang Maulid Nabi, masyarakat Kaliwungu menghiasi rumah mereka dengan berbagai macam lampion yang memiliki berbagai warna dan bentuk yang unik.

Lampion yang disebut dengan teng-tengan itu biasanya dipasang di depan rumah mereka dengan ditambahi lampu-lampu kelap-kelip di sekitar rumah.

Banyaknya masyarakat yang mencari teng-tengan ini membuat para pengrajin teng-tengan di Kampung Lurungsari Desa Kutoharjo kebanjiran pesanan.

Para pedagang teng tengan sering memesan Teng-tengan dari kampung yang setiap tahun memproduksi teng tengan.

Salah satu pengrajin Teng-tengan di Kampung Lurungsari yakni Susianto. Ia mengatakan bahwa pada jaman dahulu, teng-tengan hanya berbentung bintang dan bangun ruang lainnya. Namun saat ini teng-tengan dibentuk dengan aneka ragam bentuk untuk menarik hati para pelanggan.

"Saat ini bentuknya macam-macam, seperti kapal-kapalan serta karakter kartun yang disukai anak-anak seperti Spongebob dan minion," ujarnya, Rabu, (6/11).

Ia mengatakan bahwa untuk membuat tengtengan bahan yang digunakan cukup mudah didapat, yakni bambu, kertas minyak, kawat serta lem yang terbuat dari tempung kanji. Menurutnya bagian yang tersulit yakni membuat desain rangka teng-tengan yang hendak dibuat.

"Cukup sulit untuk membuat rangkanya dari membelah bambu dan sampai merangkai. Dalam satu jam bisa membuat dua rangka saja, selanjutnya baru dibalut dengan kertas mintak dan diberikan hiasan" tambahnya.

Ia mengatakan teng-tengan buatannya biasa dirinya jual dengan harga yang terjangkau.

Menurutnya harga teng-tengan ditentukan dari bentuk dan tingkat kesulitan proses pembuatan teng-tengan.

"Harganya sekitar 20 ribu hingga 40 ribu rupiah berbuahnya. Namun saat menjelang hari Maulud harganya akan mengalami peningkatan," katanya

Sementara itu, seorang pembeli teng-tengan, Gunawan mengatakan bahwa pemasangan teng-tengan merupakan simbol Nabi Muhammad yang menjadi penerang bagi umat manusia dalam kegelapan, seperti ten-tengan. Sehingga kelahiran Nabi Muhammad dimaknai dengan munculnya penerang bagi umat manusia.

"Bagi keluarga kami memasang teng-tengan menjadi kewajiban yang setiap tahun kami lakukan. Hal itu untuk menghormati hari kelahiran Nabi Muhammad," katanya.

(*)

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved