UPDATE: Gugatan Kasus Tabrak Lari di Flyover Manahan, Semoga Penabrak Segera Diungkap dan Ditangkap

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Surakarta memenangkan gugatan pra-peradilan terkait kasus t‎abrak lari di flayover Manahan

UPDATE: Gugatan Kasus Tabrak Lari di Flyover Manahan, Semoga Penabrak Segera Diungkap dan Ditangkap
ISTIMEWA
Viral video kecelakaan di Overpass Manahan Solo. 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO -- ‎ Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Surakarta memenangkan gugatan pra-peradilan terkait kasus t‎abrak lari di flayover Manahan, dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surakarta, Selasa (5/11).

Ini merupakan gugatan pra-peradilan ketiga, terkait kasus yang menelan satu korban tewas atas nama Retnoning Tri itu, yang dimenangkan Sat Lantas Polresta Surakarta.

Hakim tunggal Sunaryanto menolak gugatan yang dilayangkan oleh Martin Jelli Pelle, suami korban. Hakim menilai legal standing Martin kurang kuat, lantaran bukan merupakan saksi pelapor.

Kasubag Hukum Polresta Surakarta, ‎Iptu Rini Pengestuti, mengatakan selama ini memang tak ada penghentian penyelidikan, sebagaimana dalam gugatan yang dilayangkan.

Menurutnya, pihak kepolisian melakukan penyelidikan atas kasus ini sesuai dengan standart operating system (SOP) yang ada.

"Kita juga mengirimkan ‎Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (‎SP2HP‎) kepada keluarga korban. Ini kan membuktikan, kasus ini tidak berhenti, masih terus kita tangani," ujarnya.

‎‎Senada disampaikan Kanit Laka Satlantas Polresta Surakarta, Iptu Adis Gani Gatra. Ditandaskan, kepolisian terus mengusut kasus ini dan berupaya menemukan pelaku tabrak lari.

"Kita terus bekerja keras, dan memohon dukungan kepada masyarakat. Bila ada informasi sekecil apapun terkait kasus ini, maupun mengetahui keberadaan mobil yang terlibat peristiwa tabrak lari itu, segera menginformasikan kepada kita," tuturnya.

‎Diakui, kepolisian belum dapat memastikan identitas pemilik mobil, lantaran hasil gambar dari CCTV yang kurang mendetail.

"Ketika diperbesar gambarnya pecah, sehingga pelat nomor kendaraan tak terbaca secara jelas. Saksi mata dalam kasus ini juga minim," akunya, mengenai satu di antara kendala dalam penyelidikan kasus ini.

‎Terpisah, anggota tim kuasa hukum keluarga korban, Sapto Dumadi Ragil Raharjo, mengaku menghormati putusan tersebut. Namun, ia menegaskan, keluarga tak akan berhenti dalam upaya mencari keadilan.‎

"Kami akan diskusikan lebih lanjut dengan keluarga, mengenai langkah-langkah yang akan diambil ke depan. Yang jelas, kami sangat berharap kasus ini segera tuntas dan keadilan dapat ditegakkan dalam peristiwa ini," tandas dia.

‎Diberitakan sebelumnya, terjadi peristiwa tabrak lari di flyover Manahan Solo, pada Senin (1/7) sekitar pukul 02.30.

Peristiwa itu menjadi viral setelah video tabrak lari itu tersebar di media sosial. Korban Retnoning Tri, merupakan pengendara sepeda motor, yang akhirnya meninggal.

Sementara, pelaku yang mengendarai mobil kemudian melarikan diri hingga saat ini. (yan)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved