Kamis, 23 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Awas Korsleting Listrik, Begini Tips Mengantisipasinya, Terutama Saat Hujan Maupun Banjir

General Manager Disjaya Ikhsan Asaad mengatakan, ada yang perlu dilakukan masyarakat untuk mengantisipasi korsleting listrik saat hujan atau banjir.

Editor: deni setiawan
IST
PLN Distribusi Jateng dan DIY. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Hujan telah mengguyur beberapa pekan terakhir ini di beberapa wilayah di Indonesia.

Setidaknya ini menjadi tanda bila musim hujan segera tiba.

Saatnya memperhatikan pengamanan kelistrikan di rumah Anda.

Sebab bila tidak, ada konsekuensi korslet.

Apalagi musim hujan juga kerap disertai bencana banjir.

Korsleting listrik tentu sangat merugikan dan berbahaya.

Bisa memungkinkan terjadinya listrik padam bahkan insiden kebakaran.

Lantas bagaimana cara antisipasi korsleting listrik saat musim hujan?

General Manager Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) Ikhsan Asaad mengatakan, ada yang perlu dilakukan masyarakat untuk mengantisipasi korsleting listrik saat hujan atau banjir.

Pertama yakni mematikan MCB (Miniature Circuit Breaker/Breaker).

Selanjutnya cabut stop kontak yang masih menancap dan disertai menaikkan alat-alat elektronik ke tempat tinggi.

"Ini yang kami lakukan untuk memitigasi risiko menjelang musim hujan. Karena umumnya hujan berpotensi banjir."

"Ini yang dilakukan di beberapa daerah yang rawan," kata Ikhsan, Kamis (7/11/2019).

Selanjutnya lakukan upaya lain dengan menghubungi contact center PLN 123.

PLN akan mematikan listrik secara remote dari Distribution Control Center (DCC).

Di Jakarta, terdapat beberapa kawasan banjir berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang masuk zona merah.

Antara lain Cengkareng, Kalideres, Kebon Jeruk, Kembangan, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Pancoran Pesanggrahan, Cilandak dan Mampang Prapatan.

"Di sini pasti ada gardu listrik, kabel listrik dan pelanggan listrik PLN. Dan kami juga harus mengamankan puluhan ribu pelanggan agar tidak tersengat kabel listrik," kata Ikhsan.

Jelang musim hujan, PLN akan mengganti kabel listrik yang rusak yang berada di 189 gardu listrik di DKI Jakarta.

Selain itu ada juga telepon satelit di tiap gardu dan genset.

Mendirikan Deyansus 123 atau Detasemen Layanan Khusus dan Disaster Recover System (DRC).

PLN juga memastikan pantauan pada pintu air seperti di Dukuh Atas, mengingat terdapatnya mesin pompa air yang digunakan saat banjir membutuhkan pasokan listrik untuk bekerja.

Ikhsan menyebut ada dua sumber pasokan listrik di pintu air dan dan cadangan kabel yang auto switch.

Selain antisipasi pintu air, Istana Negara dan Pemprov DKI juga dipasangkan pasokan listrik darurat.

Kepala Seksi Pengendalian BPBD DKI Jakarta Basuki Rahmat menyebutkan, hujan yang turun di akhir 2019 ini berpotensi menyebabkan banjir.

Apalagi data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa DKI Jakarta merupakan kawasan dataran rendah yang memungkinkan terjadi genangan air saat curah hujan tinggi.

"Kesiapsiagaan BPBD mencoba memetakan daerah mana yang berpotensi tergenang saat banjir dan di daerah mana saja yang harus menyiapkan diri," kata Basuki. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jelang Musim Hujan, Simak Cara Antisipasi Korsleting Listrik"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved