Maksimalkan Potensi Minyak dan Gas, DPRD Jateng Godok Raperda Perusda Sarana Migas

DPRD Jawa Tengah menggodok rancangan peraturan daerah atau raperda tentang pendirian perusahaan daerah (perusda) sarana migas Jawa Tengah.

Maksimalkan Potensi Minyak dan Gas, DPRD Jateng Godok Raperda Perusda Sarana Migas
ISTIMEWA
Politikus PKB yang juga Sekretaris Komisi C DPRD Jateng, Henry Wicaksono. 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah menggodok rancangan peraturan daerah atau raperda tentang pendirian perusahaan daerah (perusda) sarana migas Jawa Tengah.

"Pendirian perusda ini mengacu pada Undang-Undang No 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi dimana memberikan kewenangan kepada perusda untuk melaksakan kegiatan hulu dan kegiatan hilir migas," kata Sekretaris Komisi C DPRD Jateng, M Henry Wicaksono, Kamis (7/11/2019).

Hal itu, lanjutnya, juga ditegaskan dalam Peraturan Pemerintah No 35 Tahun 2004 tentang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi.

Dalam PP itu disebutkan pemda mempunyai hak untuk ikut serta dalam bentuk saham dan pengelolaan minyak dan gas bumi.

"Pentingnya penyusunan perda ini yakni bagaimana menggali potensi daerah serta mendorong dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Jateng yang lebih besar lagi. Muaranya untuk memberikan kemajuan yang nyata bagi masyarakat," ujar politikus dari Fraksi PKB ini.

Menurutnya, Raperda Pendirian Perusahaan Migas harus memenuhi beberapa kaidah.

Antara lain, pelaksanaan perusahaan harus dikelola dengan profesional, memenuhi kaidah- kaidah analisa dampak lingkungan serta kajian dampak sosial lainnya.

Selain itu, anggota Pansus Raperda Pendirian Perusda Migas ini juga menegaskan supaya segala kontrak kerja sama yang ditandatangani perusahaan, harus memberikan kemanfaatan yang maksimal untuk kesejahteraan masyarakat.

"Seluruh proses pengelolaan kegiatan harus disesuaikan dengan ketentuan peraturan dan regulasi yang ada secara transparan. Termasuk mekanisme pengawasan yang baik dan benar," tandas legislator dari daerah pemilihan Jateng IX (Temanggung, Purworejo, dan Wonosobo).

Ia menambahkan, potensi minyak bumi dan gas (migas) yang ada jangan sampai bocor. Keberadaan sumber daya alam itu harus benar-benar dikelola secara optimal.

Provinsi ini, kata dia, memiliki potensi sumber daya alam semisal minyak bumi dan gas yang cukup besar.

"Saat ini, ada yang masih dalam tahap ekplorasi maupun eksploitasi," tuturnya.

Ia memberikan contoh potensi sumur migas di Blora mencapai sekitar 456 titik. Di Grobogan 46 titik, Jepara 1 titik, dan Kendal 28 titik.(mam)

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved