Pemkot Semarang Gaet Dalang Milenial Tiap Festival Wayang

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang memberikan perhatian penuh terhadap kebudayaan wayang di Kota Semarang.

Pemkot Semarang Gaet Dalang Milenial Tiap Festival Wayang
Tribun Jateng/ Eka Yulianti Fajlin
ilustrasi: Dalang cilik menunjukan kemahirannya dalam membawakan sebuah cerita pewayangan di Halaman DPRD Kota Salatiga 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang memberikan perhatian penuh terhadap kebudayaan wayang di Kota Semarang.

Apalagi, sejak ditetapkan hari wayang nasional yang jatuh pada 7 November melalui Peraturan Presiden (Perpres) 30/2018, Disbudpar terus upayakan wayang tetap eksis di Kota Semarang.

Hal tersebut disampaikan Kepala Disbudpar Kota Semarang, Indriyasari, Kamis (7/11/2019).

"Tahun ini kami menganggarkan untuk pagelaran wayang serentak se-Indonesia. Tadi malam sudah kami mulai pertunjukan wayang orang di halaman gedung Pandanaran, kemudian di halaman kantor RRI juga ada. Malam ini kami gelar pertunjukan di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) dengan menghadirkan dalang-dalang milenial," turur Iin, Kamis (7/11/2019).

Menyaru Anggota Polres Salatiga, Tugasnya Sita Paksa Kendaraan Nasabah Finance, Dibayar Rp 1 Juta

Dikatakan Iin, Pemkot berusaha menggaet dalang-dalang milenial agar mereka dapat menjaga dan melestarikan budaya wayang.

Diharapkan, para generasi milenial juga dapat memgemas budaya wayang menjadi lebih menarik dan diminati banyak kalangan masyarakat.

"Ini tantangan generasi milenial bagaimana budaya wayang menjadi menarik,"ujarnya.

Kisah Inspiratif! Meski Lulusan SMP, Pria Asal Pemalang Ini Sukses Hasilkan Omzet Rp 300 Juta

Pertunjukan wayang oleh generasi milenial, lanjut Iin, tidak hanya dilakukan saat hari wayang nasional.

Pemkot Semarang juga rutin menggelar festival dalang yang melibatkan beberapa generasi, di antaranya anak-anak dan remaja.

Kemudian, pihaknya juga memiliki program Wayang Kenal Sekolah.

"Kami libatkan anak-anak untuk mengenal wayang. Anak-anak datang ke TBRS untuk belajar wayang. Kami juga ke sekolah-sekolah untuk kenalkan wayang," terangnya.

Pendaftaran CPNS Dibuka 11 November, Bagaimana yang Tak Punya e-KTP? Ini Jawaban BKD Jateng

Iin menambahkan, pergelaran wayang di Kota Semarang juga rutin dilakukan oleh para dalang handal setiap malam Jumat Kliwon di TBRS.

Diakuinya, fasilitas gedung, sarana, dan prasarana pertunjukan wayang di Kota Semarang memang belum maksimal, namun Pemkot berusaha mengemas acara wayang dalam bentuk yang lebih menarik.

"Tempat pagelaran wayang yang dimiliki Pemkot ada di TBRS. Pada 2020, Pemkot akan rehab TBRS sehingga menjadi gedung pertunjukan yang representatif," katanya.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: Daniel Ari Purnomo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved