Saelany Sebut Stunting Sorotan Utama Pemkot Pekalongan

Saelany mewacanakan akan menggandeng RS Hermina yang kini ada di Kota Pekalongan untuk mengatasi permasalahan stunting.

Saelany Sebut Stunting Sorotan Utama Pemkot Pekalongan
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Wali Kota Pekalongan Saelany Mahfudz menyaksikan fasilitas yang tersedia di RS Hermina Kota Pekalongan, Kamis (7/11/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Kasus balita stunting di Jawa Tengah masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah.

Tak terkecuali di Kota Pekalongan, dimana angka balita stunting mengalami kenaikan.

Melalui data Dinkes Kota Pekalongan, pada April 2019 menyebutkan, terdapat 19.007 balita di Kota Pekalongan.

Sekitar 6,99 persen di antaranya dinyatakan berstatus stunting, atau terdapat 1.329 balita.

Kini, prosentase balita stunting di Kota Pekalongan mengalami peningkatan menjadi 8,07 persen.

Peningkatan itu diimbangi bertambahnya jumlah balita di Kota Batik yang mencapai 19.270.

Jika dihitung, pada November 2019 terdapat 1.555 kasus balita stunting di Kota Pekalongan.

Data yang dihimpun Tribunjateng.com, melalui laporan program yang dijalankan Dinkes Kota Pekalongan pada 2019, terdapat satu program penanganan stunting dengan tiga sub bagian.

Dimana program pemberian gizi masyarakat menjadi program utama untuk mengatasi angka stunting.

Pelaksanaan program itu dibiayai APBD serta Dana Alokasi Khusus (DAK), dengan total anggaran mencapai Rp 1,3 miliar.

Halaman
123
Penulis: budi susanto
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved