Satpol PP Demak Jaring Belasan Pasangan Selingkuh dan Warga Tak ber-KTP di Rumah Kos

atuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Demak melakukan yustisi tempat kosan di Jalan Bogorame, Kelurahan Bintoro, Kamis (7/11/2019).

Satpol PP Demak Jaring Belasan Pasangan Selingkuh dan Warga Tak ber-KTP di Rumah Kos
istimewa
Razia Satpol PP Demak tempat kosan di Jalan Bogorame, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Demak atau Jalan Stasiun, Kamis (7/11/2019) 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Demak melakukan yustisi tempat kosan di Jalan Bogorame, Kelurahan Bintoro, Kamis (7/11/2019).

Mereka mendapati sebelas pasangan selingkuh dan 7 warga tidak memiliki KTP.

Razia Satpol PP Demak tempat kosan di Jalan Bogorame, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Demak atau Jalan Stasiun, Kamis (7/11/2019)
Razia Satpol PP Demak tempat kosan di Jalan Bogorame, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Demak atau Jalan Stasiun, Kamis (7/11/2019) (istimewa)

Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satpol PP Demak, Adi Prabowo mengatakan, sebelas pasangan tersebut didominasi pasangan selingkuh dan dua di antaranya bisa menunjukkan surat nikah.

"Dua diantaranya resmi menikah asal Kudus dan Kecamatan Gajah. Lalu tujuh di antaranya tidak memiliki KTP atau di bawah umur," jelasnya.

Razia Satpol PP Demak tempat kosan di Jalan Bogorame, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Demak atau Jalan Stasiun, Kamis (7/11/2019)
Razia Satpol PP Demak tempat kosan di Jalan Bogorame, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Demak atau Jalan Stasiun, Kamis (7/11/2019) (istimewa)

Ia menjelaskan yustisi tersebut sesuai Perda nomor 2 tahun 2015 mengenai penyakit masyarakat.

Pihaknya kemudian membawa 29 orang dari sepuluh kos yang dirazia sekira pukul 08.00 WIB, ke kantor Satpol PP untuk dimintai keterangan dan melakukan cek medis.

Razia Satpol PP Demak tempat kosan di Jalan Bogorame, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Demak atau Jalan Stasiun, Kamis (7/11/2019)
Razia Satpol PP Demak tempat kosan di Jalan Bogorame, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Demak atau Jalan Stasiun, Kamis (7/11/2019) (istimewa)

"Pasangan yang didapati selingkuh dan di bawah umur kita panggil keluarganya dan menandatangi surat perjanjian tidak melakukannya lagi bersama orang selain pasangan resminya," jelasnya.

Video Truk Seruduk Dua Rumah Tabrak 3 Motor

Video Inspirasi Usaha, Sablon Omzet Rp 300 Juta/Bulan

Kisah Santri Penuhi Pangan dengan Berjualan Kerupuk Lele

Ia menjelaskan, cek medis dilakukan untuk mengidentifikasi seseorang yang terkena hiv aids. Selanjutnya jika hasilnya positif, akan ditindaklanjuti oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Demak.

Penulis: Moch Saifudin
Editor: Daniel Ari Purnomo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved