Breaking News:

FOKUS : Nalarku Rak Nyandak

Pengungkapan kasus penyiraman air keras tampaknya makin ruwet. Selain pelakunya yang tertangkap hingga kini, justru ada laporan dari politikus PDIP

Penulis: galih pujo asmoro | Editor: Catur waskito Edy
tribunjateng/bram
Galih P Asmoro wartawan Tribun Jateng 

Oleh Galih Pujo Asmoro

Wartawan Tribun Jateng

Pengungkapan kasus penyiraman air keras tampaknya makin ruwet. Selain pelakunya yang tertangkap hingga kini, justru ada laporan dari politikus PDIP, Dewi Tanjung yang menduga kasus itu direkayasa. Laporan itu terdaftar dalam nomor laporan LP/7171/XI/2019/PMJ, Dit. Reskrimsus, tanggal 6 November 2019. Dewi berpendapat, Novel telah merekayasa peristiwa penyiraman air keras oleh orang tak dikenal pada 11 April 2017.

Menurut Dewi, ada beberapa hal janggal dalam kasus tersebut. Mulai dari bentuk luka, hingga kepala yang diperban namun justru mata yang mengalami kebutaan.

Selain itu, berdasarkan rekaman, CCTV, Dewi menilai reaksi Novel saat disiram air keras tidak seperti korban serupa pada umumnya. Selain itu, Dewi menduga jika Novel telah merekayasa luka pada matanya. Alasannya, kulit wajah Novel tak terdampak air keras.

"Orang kalau tersiram air panas itu reaksinya tidak berdiri tapi akan terduduk jatuh terguling-guling, itu yang saya pelajari. Tapi, itu tidak ada (reaksi Novel terguling-guling karena disiram air keras)," ungkap Dewi.

Novel Baswedan pun beraksi atas tuduhan itu. Ia menyebut Dewi Tanjung ngawur. Bahkan menurut Novel, Dewi telah mempermalukan diri sendiri dan menghina tiga rumah sakit di Indonesia dan dua di Singapura.

Reaksi serupa juga dikatakan Kuasa hukum Novel Baswedan, Alghiffari Aqsa. Ia menyebut, tindakan Dewi Tanjung melaporkan Novel dengan tuduhan merekayasa kasus penyiraman air keras adalah tindakan yang di luar nalar dan batas kemanusiaan.

Bahkan ia menyebut hal itu sebagai tindakan fitnah dan di luar nalar kemanusiaan. Menurutnya, penyerangan terhadap Novel benar-benar terjadi dan jelas telah mengakibatkan kebutaan pada mata Novel.

Peristiwa penyerangan itu pun sudah diverifikasi oleh petugas medis, Polri sekaligus mendapatkan perhatian dari Komnas HAM dan Presiden Joko Widodo.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved