Warga Kaliwungu Kendal Masih Lestarikan Tradisi Weh-wehan Jelang Maulid Nabi Muhammad

Ada tradisi Weh-wehan sehari jelang perayaan Maulid Nabi Muhammad di Kecamatan Kaliwungu Kendal. Simak liputannya.

Warga Kaliwungu Kendal Masih Lestarikan Tradisi Weh-wehan Jelang Maulid Nabi Muhammad
Tribun Jateng/ Dhian Adi
Warga Kampung Kenduruan Kendal memberikan makanan dengan sesama tetangga pada tradisi weh-wehan, Jum'at (8/11/2019) 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Perayaan Maulid Nabi Muhammad selalu ditunggu-tunggu masyarakat muslim. 

Terkhusus warga Kecamatan Kaliwungu.

Mereka mempunyai tradisi unik yakni bertukar makanan atau Weh-wehan.

Weh-wehan berasal dari kata aweh yang berarti memberi. 

Sehingga arti Weh-wehan yakni saling memberi makanan.

Tradisi yang sudah dilakukan turun-temurun itu dilakukan saat sore hari.

Satlantas Polres Kendal Jaring 3.147 Pelanggar Lalu Lintas Selama Operasi Zebra

Kejati Jateng Tetapkan Lagi Tersangka Makelar Kredit Fiktif Kupedes BRI Unit Kendal

Windu Suko Basuki Siap Ramaikan Bursa Calon Bupati Kendal

Tepatnya pada satu hari sebelum hari Maulid Nabi Muhammad.

Tentunya tradisi itu ditunggu-tunggu masyarakat Kaliwungu terutama anak-anak.

Banyak anak dapat mengumpulkan aneka ragam makanan dan jajanan dari tiap rumah yang mereka kunjungi.

Sebut saja Rafa Haidar (12), warga Kampung Kenduruan, Krajan Kulon Kaliwungu.

Halaman
12
Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: Daniel Ari Purnomo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved