Satpol PP Semarang Beri Waktu Tiga Hari, Dua Pemilik Lahan Wajib Bongkar Bilik Karaoke

Satpol PP Kota Semarang kembali melanjutkan pembongkaran tempat karaoke liar di sekitar Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Sabtu (9/11/2019).

Satpol PP Semarang Beri Waktu Tiga Hari, Dua Pemilik Lahan Wajib Bongkar Bilik Karaoke
TRIBUN JATENG/RAHDYAN TRIJOKO PAMUNGKAS
Satpol PP Kota Semarang kerahkan alat berat untuk membongkar tempat karaoke di sekitar MAJT, Sabtu (9/11/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Satpol PP Kota Semarang kembali melanjutkan pembongkaran tempat karaoke liar di sekitar Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Sabtu (9/11/2019).

Namun pembongkaran tidak dilakukan secara menyeluruh.

Satpol PP hanya membongkar bagian pintu masuk tempat karaoke tersebut.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto menuturkan, pembongkaran tidak dilakukan secara menyeluruh seperti tahap pertama.

Hal ini dikarenakan di sana ada dua orang yang mengaku memiliki tanah tersebut.

"Orang-orang yang memiliki tempat karaoke mengaku ditipu beberapa orang untuk membangun ini (tempat karaoke)," ujarnya, Sabtu (9/11/2019).

Pemilik tempat karaoke, kata dia, tidak mengetahui pendirian tempat karaoke tersebut melanggar.

Pada akhirnya para pemilik sepakat akan mengalihfungsikan tempat karaoke itu.

"Tugas kami membebaskan MAJT dari tempat karaoke," tutur dia.

Fajar memberikan waktu kepada pemilik untuk membongkar sendiri kamar-kamar yang dijadikan tempat karaoke hingga Selasa (12/11/2019).

Dirinya tidak segan-segan meratakan bangunan tersebut apabila pemilik tidak melakukan instruksi Satpol PP.

"Nanti mereka (pemilik karaoke) terserah mau dijadikan apa tempat itu."

"Yang penting bukan tempat karaoke. Mau dijadikan kuliner, diperbolehkan, " ujarnya. (Rahdyan Trijoko Pamungkas)

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved