Alasan Ganjar Pranowo Pilih Upacara di Makam Pahlawan yang Jarang Dikunjungi

Ganjar mengungkapkan ingin melaksanakan upacara di desa yang terdapat makam sosok pahlawan namun jarang dikunjungi atau tidak mendapat perhatian.

Alasan Ganjar Pranowo Pilih Upacara di Makam Pahlawan yang Jarang Dikunjungi
istimewa
Ganjar menempatkan karangan bunga di Monumen Kepahlawanan Tentara Pelajar di Desa Wareng, Butuh, Purworejo, Minggu (10/11/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, memilih lokasi upacara Hari Pahlawan tidak seperti biasanya.

Biasanya upacara dilakukan di halaman kantor pemerintahan dan sebagainya.

Namun, kini Ganjar memilih lapangan di Desa Wareng, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo, Minggu (10/11/2019).

Sejumlah peserta mengikuti upacara Hari Pahlawan di Monumen Kepahlawanan Tentara Pelajar Desa Wareng, Butuh, Purworejo, Minggu (10/11/2019).
Sejumlah peserta mengikuti upacara Hari Pahlawan di Monumen Kepahlawanan Tentara Pelajar Desa Wareng, Butuh, Purworejo, Minggu (10/11/2019). (istimewa)

Di desa itu ternyata ada enam pejuang anggota Tentara Pelajar yang dimakamkan di desa tersebut.

Ganjar mengungkapkan ingin melaksanakan upacara di desa yang terdapat makam sosok pahlawan namun jarang dikunjungi atau tidak mendapat perhatian.

"Ada beberapa alternatif, saya mencari di mana ada makam pahlawan yang jarang dikunjungi. Kami cari. Kemarin diberi beberapa pilihan oleh Dinsos (Dinas Sosial Provinsi)," jelasnya dalam keterangan tertulis.

Di Desa Wareng, lanjutnya, terdapat makam enam pahlawan yang tergabung dalam Tentara Pelajar Purworejo atau Tentara Pelajar Kedu Selatan.

Tentara Pelajar sendiri merupakan bagian dari Ikatan Pelajar Indonesia (IPI) yang dipimpin Imam Pratigyo. IPI berkembang pesat hingga saat ibu kota RI dipindah ke Yogyakarta dan IPI Purworejo menjadi IPI Kedu Selatan.

Ganjar akan tabur bunga di makam Monumen Kepahlawanan Tentara Pelajar di Desa Wareng, Butuh, Purworejo, Minggu (10/11/2019).
Ganjar akan tabur bunga di makam Monumen Kepahlawanan Tentara Pelajar di Desa Wareng, Butuh, Purworejo, Minggu (10/11/2019). (istimewa)

"Mungkin mereka tidak populer namanya di publik, tapi mereka turut mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia dengan terus mengusir penjajah. Dan di antaranya ada di sini," terang Ganjar.

Diceritakan, berbagai serangan Tentara Pelajar (TP) dilakukan untuk menaklukkan tentara Belanda yang saat itu berada di wilayah Purworejo dan sekitarnya.

Halaman
12
Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: Daniel Ari Purnomo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved