Bawaslu Semarang Bentuk 3 Kelurahan Pengawasan, Cegah Pelanggaran Pilkada 2020

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Semarang meluncurkan tiga kelurahan pengawasan di Plaza Kandri, Waduk Jatibarang, Sabtu (9/11/2019) malam.

Bawaslu Semarang Bentuk 3 Kelurahan Pengawasan, Cegah Pelanggaran Pilkada 2020
Tribun Jateng/ Eka Yulianti Fajlin
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Semarang meluncurkan tiga kelurahan pengawasan di Plaza Kandri, Waduk Jatibarang, Sabtu (9/11/2019) malam. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Semarang meluncurkan tiga kelurahan pengawasan di Plaza Kandri, Waduk Jatibarang, Sabtu (9/11/2019) malam.

Tiga kelurahan pengawasan tersebut antara lain Kelurahan Kandri, Kelurahan Tandang, dan Kelurahan Mangkang Wetan.

Kordiv Pengawasan, Hubla dan Humas Bawaslu Kota Semarang, Nining Susanti mengatakan, tiga kelurahan ini diharapkan dapat melakukan pengawasan, pencegahan, dan melaporkan jika terdapat dugaan pelanggaran pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 mendatang.

"Bentuk pengawasan yang kami harapkan, misalnya yanh paling gampang dijumpai yakni pemasangan alat peraga kampanye biasanya sampai pelosok gang-gang. Kalau memang ada yang memasang tidak sesuai regulasi, kami harap masyarakat berani mencegah," tuturnya.

Bawaslu Kendal Bentuk Tiga Desa Anti Politik Uang, Berikut Tugasnya

Ini 3 Kelurahan Anti Politik Uang yang Dibentuk Bawaslu Kota Semarang

Lebih lanjut, Nining mengungkapkan, hal yang paling marak dan harus dilakukan pencegahan yakni pelanggaran money politics.

Dari hasil pembinaan di tiga kelurahan ini, masyarakat mengakui pernah menerima politik uang pada pesta demokrasi sebelumnya.

Karena itu, melalui pembentukan kelurahan pengawasan, masyarakat diminta berani menolak sekaligus berani melaporkan pelanggaram tersebut.

Ke depan, Bawaslu juga akan selalu melibatkan tiga kelurahan ini dalam berbagai sosialisasi partisipatif.

Pihaknya juga sudah menunjuk koordinator kelurahan pengawasan di setiap kelurahan yang akan menjadi penyambung informasi Bawaslu kepada masyarakat.

"Tiga kelurahan ini akan selalu kami ikut sertakan dalam kegiatan partisipatif. Paling terdekat 1 Desember mendatang ada gelar budaya sebagai sosialisasi pengawasan," kata Nining

Nining berharap, kedepan kelurahan pengawasan akan meluas tidak hanya tiga keluarahan saja. Dia ingin setiap kecamatan setidaknya ada satu kelurahan pengawasan.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: Daniel Ari Purnomo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved